Sebuah blog yang akan mencoba memberikan sedikit ilmu untuk menghadapi tantangan di sisa kehidupan kita, Blog ini bertujuan baik, untuk membagi hasil perjalanan dan perjuangan saya dan dari hasil membaca tulisan tulisan website, blog, dengan harapan, orang orang baik yang membaca dan memahami tulisan ini, bisa menjadi lebih bahagia dan lebih baik lagi dalam melangkah dengan tersenyum bahagia ....
Pages
Semoga Bisa Membantu
Wednesday, December 21, 2011
7 Mutiara Menuju Kebahagiaan Rumah Tangga(Nasehat Perkawinan)
ومن أياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكونوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن في ذالك لأيات لقوم يتفكرون ( الروم / 21)
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. [QS. Ar-Rum ayat 21]
Hadis Nabi saw :
فال رسول الله صلى عليه وسلم : النكاح سنتى فمن رغب عن سنتي فليس منى
Pernikahan adalah perbuatan yang selalu diinginkan dan didambakan oleh setiap manusia yang hidup. Pernikahan itu adalah sunnah Nabi [النكاح سنتى], maka barang siapa yang tidak melaksanakan nikah, kata Nabi saw bukan golongannya [فمن رغب عن سنتئ فليس منى]. Pernikahan harus didasarkan pada agama, ibadah, dan menjalankan sunnah Nabi saw, dan bukan didasarkan pada nafsu belaka atau didasarkan tujuan lain yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.
Pernikahan harus atas dasar suka sama suka, saling cinta, bukan dasar paksaan, dan bersandar pada ibadah kepada Allah. Sebab, dalam menjalani kehidupan bahtera rumah tangga, bagaikan orang mengarungi samudra luas dan penuh dengan gelombang, pada siang, malam, panas dan hujan bahkan badai dan genlombang harus dilalui. Mungkin saja, cuaca tidak bersahabat yang tidak pernah kita prediksi yang dapat saja datang secara tiba-tiba.Kita harus selalu siap untuk menghadapi dan selalu mengantisipasi setiap perubahan. Maka, apabila seseorang dalan menjalankan rumah tangga tidak memiliki dasar, pedoman, mesti akan terombang-ambing dalam perjalanan rumah tangganya.
Dalam berumah tangga, kita akan melalui perjalanan panjang dan sangat melelahkan dengan tujuan untuk mecapai “pantai kebahagiaan” yang sakinah dan diridhoi Allah..
Untuk mencapai “pantai kebahagian” tersebut, tentu saja kita harus:
[1] mempersiapkan diri dan mental, baik suami maupun istri,
[2] mempersiapkan berbagai keperluan dan bekal agar perjalanan kita terasa aman, nyaman, dan lancer, sebab apabila datang badai dan gelombang, kita akan siap menghadapinya dengan sikap tenang, tidak grogi, tidak takut dan tidak gentar sekalipun dahsatnya badai dan gelombang tersebut, sebab kita memiliki dasar [agama] dan pedoman [al-Qur’an dan Hadis].
Untuk mengarungi perjalanan [rumah tangga] itu dengan baik dan lancar, kita perlu mempersiapkan :
Pertama, kapal [rumah tangga] yang kokoh agar tidak macet dalam perjalanan.
Kedua, mesin yang betul-betul baik.
Ketiga, bahan bakar yang cukup dan memadai.
Keempat, membawa peta dan kompas sebagai pedoman perjalanan agar tidak sesat dalam perjalanan. Kelima, membawa peralatan yang memadai untuk mengantipasi macet.
Keenam, nahkoda yang pandai, lihai, dan memiliki strategi untuk mengemudi kapal.
Ketujuh, membawa bekal yang cukup dalam perjalanan.
Pertama :
Rumah Tangga [الاسرة ], bagaikan kapal [bahtera] yang kokoh. Rumah tangga, harus dibangun atas dasar taqwa, cinta, suka sama suka dan didukung dengan kedua belah pihak keluarga yang merestui serta mengharapkan ridho Ilahi. Selain itu, harus mempunyai niat dan kebulatan tekad untuk berumah tangga atas dasar lillahita’ala, dengan ibadah [salat] – Insya Allah, rumah tangga akan kokoh. Berumah tangga itu sendiri juga sebagai perilaku ibadah kepada Allah dan menjalankan sunnah Nabi saw [النكاح سنتى ].
Kedua :
Hati [ القلب], sebagai mesin yang bagus. Artinya, suami istri harus punya tujuan yang sama. Berumah tangga bukan untuk hanya sekedar melepas nafsu birahi, melainkan harus memiliki tujuan untuk mencetak generasi-generasi bangsa yang baik, kuat dan tanggung serta bertaqwa kepada Allah swt. Tanpa punya perasaan sehati, mungkin saja tujuan tidak akan tercapai. Maka dengan dasar ini, suami istri harus tahun kepribadian masing-masing dan inilah yang dinamakan ta’aruf [تعارف ].
Ketiga :
Akhlak [الاخلاق], sebaga bahan bakar. Dalam berumah tangga, apabila hanya berbekal atau memiliki cinta dan perasaan saja, tanpa dibekali dan atau dibarengi dengan akhlak mulia, jangan berandai-andai untuk dapat menguasai medan perjuangan yang berat itu. Akhlak adalah pondasi utama dalam beragama, kata Abul Atahiyah : ليست الدنيا الا بدين وليس الدين الابمكارم الاخلاق , artinya ”tidaklah dikatakan dunia kecuali dengan agama dan tidaklah dikatakan agama kecuali dengan akhlak mulia”. Maka, kita harus membangun rumah tangga dengan akhlak yang muliah. Akhlak sebagi pondasi utama untuk membangun rumah tangga. Prinsip akhlak disini adalah saling menghargai, menghormati, menyayangi, penuh dengan senyum. Sifat ini dinamakan tabassum [التبسم] dan sifat ini sangat dianjurkan Rasulullah saw.
Keempat :
القران الكريم والحديث sebagai peta dan kompas. Sebagai pedoman agar tidak tersesat dalam perjalanan dan ketika menemukan kesulitan, keresahaan, bacalah al-Qur’an dan kemudian kembalikan atau pasrah kepada Allah. Suami dan istri harus saling mengingatkan dan ta’awun atau kerjasama dalam menghadapi kesulitan hidup. Semua persoalan harus diselesaikan berdua dan selalu pasrah kepada Allah. Kata Baihaki, ان ذ كرالله شفاء , ingat pada Allah sebagai obat, dan وان ذكرالناس داء ingat pada manusia penyakit. [البيهقي ].
Kelima :
Nasehat [النصيحة], sebagai peralatan yang dibawa dalam perjlanan. Agama adalah nasehat [الدين النصيحة], maka kembali kepada ajaran agama Islam dalam menghadapi setiap persoalan, sehingga mudah terselesaikan. Maka dalam kehidupan rumah tangga, sepenuh apapun perasaan cinta suami pada istri atau sebaliknya, kesalah fahaman dan perselisihan [baik kecil maupun besar] mesti ada. Suami dan istri harus saling mengingatkan, saling menasihati dengan sabar antara keduanya untuk mencapai kebaikan وتواصو بالحق وتواصو بالصبر ( dan bernasehatlah dalam kebaikan dan kesabaran ) atau mungkin kita butuh nasehat-nasehat orang tua, ustadz, tokoh masyarakat, atau orang yang lebih berpengalaman, sebagai obat pencerahan untuk mencapai tujuan hidup yang mungkin salah dilakukan oleh kita. Maka, setelah mendapatkan nasehat-nasehat akan tumbuh saling percaya, saling memaafkan, dan menghargai kesalah fahaman itu. Sikap ini dinamakan takarrum [التكارم] atau saling menghargai.
Keenam :
Suami [الزوج ], sebagai nahkoda yang lihai. Suami harus pandai memainkan peranan, dapat menjadi panutan, cerdas melihat situasi, agar penumpang atau orang yang bersamanya merasa aman, tenang dan nyaman. Seorang suami harus memiliki ikhtiar dalam menjalankan perannya, sehingga seburuk apapun situasi dan kondisi yang dihadapinya, harus tenang, sabar, dan berserah diri pada Allah [يبتغون فضلا من الله ورضوانا ], “mereka mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya”. Maka perumpamaan seorang suami, seperti seorang nahkoda yang menghadapi cuaca yang buruk. Dia harus tetap tenang untuk mencapai tujuan, maka secara perlahan-lahan tapi pasti dia akan lalui badai tersebut dan seluruh penumpang pasti akan menghormati dan menghargainya. Penghargaan itu akan datang dengan sendirinya, mungkin saja berupa ucapan terima kasih, mungkin ciuman, pelukan, bahkan dengan kepasrahan diri penumpang dan penumpang tersebut tiada lain adalah istri. Sikap ini dinamakan tala’ub [التلاعب ].
Ketujuh :
Kepasrahan [التسليم], sebagai bekal yang cukup. Dalam menjalani kehidupan rumah tangga, kita harus banyak berusaha [bekerja] dan berdo’a (وابتغ فيما اتاك الله الدار الأخرة ولا تنس نصيبك من الدونيا وأحسن كما احسن الله إليك) " . “ carilah anugrah Allah untuk kehidupan akhirat, tetapi jangan lupa nasib(bagian)mu untuk kehidupan dunia dan berbuat baiklah sebagaimana Allah berbuat baik padamu”. Karena usaha atau bekerja tanpa do’a akan sia-sia, dan begitu juga sebaliknya do’a tanpa usaha atau bekerja adalah mimpi atau angan-angan belaka. Suami harus berusaha mencari nafkah untuk menghidupi istrinya. Suami dan istri harus dapat bekerja sama untuk melindungi perjalanan yang panjang, seorang suami tahu kebutuhan istri dan begitu sebaliknya istri tahu kebutuhan suami. Dengan demikian, akan terbangun sikap saling menghargai dan toleransi dalam berumah tangga. Sifat ini dinamakan tasamuh [التسامح].
Ketujuh mutiara ini, dinamakan “Resep agar tetap bahagia”, bertujuan yang jelas, pasti, dan sampai dengan selamat di atas Ridho Ilahi Robbi, dengan mengucapkan :
بارك الله لكماوبارك عليكماوجمع بينكما فى خير
Semoga Allah memberkahi pernikahan ananda berdua”, amien yaa robbal ‘alamiieen.
Semoga kita bisa mengambil hikmah dari catatan ini
Silahkan SHARE ke rekan anda jika menurut anda note ini bermanfaat
Tulisan ini, konsep awalnya ditulis oleh KH. Muhadi Zainuddin, Lc., M.Ag, kemudian ditambah dan diperluas oleh Hujair AH. Sanaky.
Sumber: www.sanaky.com
Sumber: http://id-id.facebook.com/note.php?note_id=10150205526170551&id=266825394015
Shared By Catatan Catatan Islami Pages
Happy Milad My Lovely Wife
Happy Milad My Lovely Wife.......
Thank you for everything......
With all the Love....
Abah, Nindya and Thibyan
Monday, December 5, 2011
Dahlan Iskan
| image src indonesiaindonesia.com |
Saat Sidak, Dahlan Sempat Tergoda Naik Atap KRL
sumber TEMPO.CO
TEMPO.CO, Jakarta
- Ke mana saja Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan
berkeliling menjajal kereta api listrik ekonomi? Benarkah semua gratisan seperti layaknya pejabat lain saat sidak?
Berangkat pukul 06.00 WIB pagi, Dahlan ternyata membeli sendiri tiket seperti penumpang biasa. Ia berkeliling tanpa dikawal petugas keamanan. "Saya cukup jauh kelilingnya," ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin, 5 Desember 2011. "Saya naik dari Stasiun Juanda ke Depok, Depok ke Manggarai, Manggarai ke Jatinegara, Jatinegara ke Kemayoran, Kemayoran ke Tanah Abang, dan Tanah Abang ke Sudirman."
Dari Stasiun Sudirman (Dukuh), Dahlan tak dijemput mobil. Ia masih ikut berjubel bersama warga lainnya, naik bus Transjakarta dari Stasiun Sudirman ke shelter Bank Indonesia, dan menyambung ke kantor Kementerian BUMN.
Siang tadi, saat berpapasan dengan sejumlah wartawan di lobi Kementerian, Dahlan terlihat berjalan kaki ditemani Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Ignasius Jonan, dan jajaran pejabat PT KAI lainnya. Wajahnya memerah. Sesekali, ia mengelap keringat yang mengucur deras di dahinya.
Dengan cukup semringah, Dahlan bercerita. Bahkan, dia sempat memaparkan niatnya untuk mencoba naik ke atap kereta. "Sebetulnya saya mau coba naik di atas kereta. Tapi Kepala Stasiun Depok tidak memperbolehkan, karena kalau saya naik akan didenda," kata Dahlan.
Ia pun memulai curhatnya. "Saya terharu juga saat melihat jalur Manggarai-Bogor yang penuhnya luar biasa. Sebaiknya PT KAI fokus dulu pada rute tersebut. Kalau sudah diselesaikan, maka nama baik perusahaan juga akan melejit," begitu kata Dahlan.
Menurut Dahlan, pengoperasian kereta api menjadi salah satu cara untuk mengurangi kemacetan yang sejak lama melanda Jakarta dan sekitarnya. Itu juga mengingat upaya pelebaran jalan dan pembatasan kendaraan yang hingga saat ini dinilai masih sulit untuk diterapkan. Jika layanan kereta api berhasil dioptimalkan, Dahlan memperkirakan kemacetan di jalan raya bisa berkurang antara 10-15 persen.
Segala cara, kata Dahlan, bakal dilakukan PT KAI untuk memperbaiki moda transportasi ini. Ia minta manajemen PT KAI tak putus asa mendengar sikap kritis masyarakat. "Saya ingin memberikan dukungan kepada manajemen, jangan berhenti karena kritikan tersebut. Mengurus kereta api itu tidak segampang mengomeli," kata Dahlan.
EVANA DEWI
Berangkat pukul 06.00 WIB pagi, Dahlan ternyata membeli sendiri tiket seperti penumpang biasa. Ia berkeliling tanpa dikawal petugas keamanan. "Saya cukup jauh kelilingnya," ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin, 5 Desember 2011. "Saya naik dari Stasiun Juanda ke Depok, Depok ke Manggarai, Manggarai ke Jatinegara, Jatinegara ke Kemayoran, Kemayoran ke Tanah Abang, dan Tanah Abang ke Sudirman."
Dari Stasiun Sudirman (Dukuh), Dahlan tak dijemput mobil. Ia masih ikut berjubel bersama warga lainnya, naik bus Transjakarta dari Stasiun Sudirman ke shelter Bank Indonesia, dan menyambung ke kantor Kementerian BUMN.
Siang tadi, saat berpapasan dengan sejumlah wartawan di lobi Kementerian, Dahlan terlihat berjalan kaki ditemani Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Ignasius Jonan, dan jajaran pejabat PT KAI lainnya. Wajahnya memerah. Sesekali, ia mengelap keringat yang mengucur deras di dahinya.
Dengan cukup semringah, Dahlan bercerita. Bahkan, dia sempat memaparkan niatnya untuk mencoba naik ke atap kereta. "Sebetulnya saya mau coba naik di atas kereta. Tapi Kepala Stasiun Depok tidak memperbolehkan, karena kalau saya naik akan didenda," kata Dahlan.
Ia pun memulai curhatnya. "Saya terharu juga saat melihat jalur Manggarai-Bogor yang penuhnya luar biasa. Sebaiknya PT KAI fokus dulu pada rute tersebut. Kalau sudah diselesaikan, maka nama baik perusahaan juga akan melejit," begitu kata Dahlan.
Menurut Dahlan, pengoperasian kereta api menjadi salah satu cara untuk mengurangi kemacetan yang sejak lama melanda Jakarta dan sekitarnya. Itu juga mengingat upaya pelebaran jalan dan pembatasan kendaraan yang hingga saat ini dinilai masih sulit untuk diterapkan. Jika layanan kereta api berhasil dioptimalkan, Dahlan memperkirakan kemacetan di jalan raya bisa berkurang antara 10-15 persen.
Segala cara, kata Dahlan, bakal dilakukan PT KAI untuk memperbaiki moda transportasi ini. Ia minta manajemen PT KAI tak putus asa mendengar sikap kritis masyarakat. "Saya ingin memberikan dukungan kepada manajemen, jangan berhenti karena kritikan tersebut. Mengurus kereta api itu tidak segampang mengomeli," kata Dahlan.
EVANA DEWI
Satu Planet Dikonfirmasi Layak Huni
| en.wikipedia.org |
CALIFORNIA, KOMPAS.com — Wahana antariksa Kepler kembali membuat kejutan. NASA mengumumkan pada Senin (5/12/2011) bahwa salah satu dari 2.326 kandidat planet temuan Kepler telah dikonfirmasi sebagai planet layak huni.
"Ini penemuan yang fenomenal. Ini membuktikan bahwa Homo sapiens semakin dekat dengan pencapaian kita di semesta untuk menemukan planet yang mengingatkan kita akan rumah. Kita hampir di sana," kata Geoff Marcy, peneliti dari University of California, Berkeley, seperti dikutip AP, Selasa (6/12/2011).
Planet yang dikonfirmasi layak huni tersebut bernama Kepler 22b. Planet itu mengorbit bintang serupa Matahari bernama Kepler 22 dan berjarak 600 tahun cahaya dari Bumi.
Kepler 22b memiliki beberapa kesamaan dengan Bumi. Bumi mengelilingi Matahari selama 365 hari, sedangkan Kepler 22b mengelilingi bintang induknya dalam waktu 290 hari. Cuma beda tipis.
Temperatur Bumi dan Kepler 22b pun tak berbeda jauh. Disebutkan bahwa jika efek rumah kaca bekerja di Kepler 22b, maka temperatur di planet itu sekitar 22 derajat celsius.
Perbedaan dijumpai pada ukurannya. Kepler 22b berukuran 2,4 kali lebih besar daripada Bumi.
Sementara massanya belum diketahui sehingga sulit dipastikan apakah Kepler 22b merupakan planet batuan atau gas raksasa. Jika merupakan planet gas, maka tentu sulit bagi manusia untuk hidup di sana.
Meski dikonfirmasi layak huni, masih sulit bagi manusia untuk pergi ke Kepler 22b. Satu tahun cahaya setara dengan 9,65 triliun kilometer. Butuh waktu 22 juta tahun untuk ke sana dengan teknologi yang ada sekarang. Teknologi-lah yang nanti akan menjawab apakah pergi ke Kepler 22b akan menjadi mimpi atau kenyataan.
Selain penemuan Kepler 22b, NASA juga mengumumkan bahwa kini Kepler telah memiliki 2.326 kandidat planet layak huni. Jumlah ini bertambah 1.094 dari pengumuman pada bulan Februari 2011 lalu yang menyatakan bahwa ada 1.235 kandidat planet layak huni.
Dari jumlah 2.326 kandidat planet, 207 di antaranya memiliki ukuran setara Bumi. Sementara 680 lainnya lebih besar dari Bumi. Jumlah planet yang ada di Zona Layak Huni sendiri ada 48 buah. Masih dibutuhkan penelitian untuk mengonfirmasi apakah sekian planet-planet tersebut layak huni.
Sumber :
AP
Keutamaan Bulan Muharram dan Hari Asyura
Keutamaan
Bulan Muharram dan Hari Asyura
Dari: www.eramuslim.com
Dari: http://www.miit-toronto.org
Kiriman: Ari Sukarno
Kiriman: Ari Sukarno
Muharram adalah
bulan di mana umat Islam mengawali tahun kalender Hijriah berdasarkan
peredaran bulan. Muharram menjadi salah satu dari empat bulan suci yang
tersebut dalam Al-Quran. "Jumlah bulan menurut Allah adalah dua
belas bulan, tersebut dalam Kitab Allah
pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara kedua belas bulan itu ada empat bulan yang disucikan."
pada hari Dia menciptakan langit dan bumi. Di antara kedua belas bulan itu ada empat bulan yang disucikan."
Keempat bulan itu adalah, Zulqaidah,
Zulhijjah, Muharram dan Rajab. Semua ahli tafsir Al-Quran sepakat
dengan hal ini karena Rasululullah Saw dalam haji kesempatan haji terakhirnya
mendeklarasikan, "Satu tahun terdiri dari dua belas bulan, empat di antaranya adalah bulan suci. Tiga di antaranya berurutan yaitu Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan ke empat adalah bulan Rajab."
mendeklarasikan, "Satu tahun terdiri dari dua belas bulan, empat di antaranya adalah bulan suci. Tiga di antaranya berurutan yaitu Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan ke empat adalah bulan Rajab."
Selain keempat bulan khusus itu, bukan berarti bulan-bulan
lainnya tidak memiliki keutamaan, karena masih ada bulan Ramadhan yang
diakui sebagai bulan paling suci dalam satu satu tahun. Keempat bulan
tersebut secara khusus disebut bulan-bulan yang disucikan karena ada
alasan-alasan khusus pula, bahkan para penganut paganisme di Makkah mengakui keempat bulan tersebut disucikan.
alasan-alasan khusus pula, bahkan para penganut paganisme di Makkah mengakui keempat bulan tersebut disucikan.
Pada dasarnya setiap bulan adalah sama satu dengan
yang lainnya dan tidak ada perbedaan dalam kesuciannya dibandingkan
dengan bulan- bulan lain. Ketika Allah Swt memilih bulan khusus untuk
menurunkan rahmatnya, maka Allah Swt lah yang memiliki kebesaran itu
atas
kehendakNya.
kehendakNya.
Keutamaan Bulan Muharram
Nabi Muhammad Saw bersabda, "Ibadah puasa yang
paling baik setelah puasa Ramadan adalah berpuasa di bulan Muharram."
Meski puasa di bulan Muharram bukan puasa wajib,
tapi mereka yang berpuasa pada bulan Muharram akan mendapatkan pahala
yang besar dari Allah Swt. Khususnya pada tanggal 10 Muharram yang dikenal
dengan hari 'Asyura.
Ibnu Abbas mengatakan, ketika Nabi Muhammad Saw
hijrah dari Makkah ke Madinah, beliau menjumpai orang-orang Yahudi di
Madinah biasa berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Menurut orang-orang
Yahudi itu, tanggal 10 Muharram bertepatan dengan hari ketika Nabi Musa
dan
pengikutnya diselamatkan dari kejaran bala tentara Firaun dengan melewati Laut Merah, sementara Firaun dan tentaranya tewas tenggelam.
pengikutnya diselamatkan dari kejaran bala tentara Firaun dengan melewati Laut Merah, sementara Firaun dan tentaranya tewas tenggelam.
Mendengar hal ini, Nabi Muhammad Saw mengatakan,
"Kami lebih dekat hubungannya dengan Musa daripada kalian"
dan langsung menyarankan agar umat Islam berpuasa pada hari 'Asyura.
Bahkan dalam sejumlah tradisi umat Islam, pada awalnya berpuasa pada
hari 'Asyura
diwajibkan. Kemudian, puasa bulan Ramadhan-lah yang diwajibkan sementara puasa pada hari 'Asyura disunahkan.
diwajibkan. Kemudian, puasa bulan Ramadhan-lah yang diwajibkan sementara puasa pada hari 'Asyura disunahkan.
Dikisahkan bahwa Aisyah mengatakan, "Ketika
Rasullullah tiba di Madinah, ia berpuasa pada hari 'Asyura dan memerintahkan
umatnya untuk berpuasa. Tapi ketika puasa bulan Ramadhan menjadi puasa
wajib, kewajiban berpuasa itu dibatasi pada bulan Ramadhan saja dan
kewajiban puasa pada hari 'Asyura dihilangkan. Umat Islam boleh berpuasa pada hari itu jika dia mau atau boleh juga tidak berpuasa, jika ia mau." Namun, Rasulullah Saw biasa berpuasa pada hari 'Asyura bahkan setelah melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan.
kewajiban puasa pada hari 'Asyura dihilangkan. Umat Islam boleh berpuasa pada hari itu jika dia mau atau boleh juga tidak berpuasa, jika ia mau." Namun, Rasulullah Saw biasa berpuasa pada hari 'Asyura bahkan setelah melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadhan.
Abdullah Ibn Mas'ud mengatakan, "Nabi Muhammad
lebih memilih berpuasa pada hari 'Asyura dibandingkan hari lainnya dan
lebih memilih berpuasa Ramadhan dibandingkan puasa 'Asyura." (HR
Bukhari dan Muslim). Pendek kata, disebutkan dalam sejumlah hadist bahwa
puasa di hari 'Asyura hukumnya sunnah.
Beberapa hadits menyarankan agar puasa hari 'Asyura
diikuti oleh puasa satu hari sebelum atau sesudah puasa hari 'Asyura.
Alasannya, seperti diungkapkan oleh Nabi Muhammad Saw, orang Yahudi
hanya berpuasa pada hari 'Asyura saja dan Rasulullah ingin membedakan
puasa umat Islam dengan puasa orang Yahudi. Oleh sebab itu ia
menyarankan umat Islam berpuasa pada hari 'Asyura ditambah puasa satu
hari sebelumnya atau satu hari sesudahnya (tanggal 9 dan 10 Muharram
atau tanggal 10 dan 11 Muharram).
Selain berpuasa, umat Islam disarankan untuk banyak
bersedekah dan menyediakan lebih banyak makanan untuk keluarganya pada
10 Muharram. Tradisi ini memang tidak disebutkan dalam hadist, namun
ulama seperti Baihaqi dan Ibnu Hibban menyatakan bahwa hal itu boleh
dilakukan.
dilakukan.
Legenda dan Mitos Hari 'Asyura
Meski demikian banyak legenda dari salah pengertian
yang terjadi di kalangan umat Islam menyangkut hari 'Asyura, meskipun
tidak ada sumber otentiknya dalam Islam. Beberapa hal yang masih menjadi
keyakinan di kalangan umat Islam adalah legenda bahwa pada hari'Asyura
Nabi Adam diciptakan, pada hari 'Asyura Nabi Ibrahim dilahirkan, pada
hari 'Asyura Allah Swt menerima tobat Nabi Ibrahim, pada hari 'Asyura
Kiamat akan terjadi dan siapa yang mandi pada
hari 'Asyura diyakini tidak akan mudah terkena penyakit. Semua legenda itu sama sekali tidak ada dasarnya dalam Islam. Begitu juga dengan keyakinan bahwa disunnahkan bagi mereka untuk menyiapkan makanan khusus untuk hari 'Asyura.
hari 'Asyura diyakini tidak akan mudah terkena penyakit. Semua legenda itu sama sekali tidak ada dasarnya dalam Islam. Begitu juga dengan keyakinan bahwa disunnahkan bagi mereka untuk menyiapkan makanan khusus untuk hari 'Asyura.
Sejumlah umat Islam mengaitkan kesucian hari 'Asyura
dengan kematian cucu Nabi Muhmmad Saw, Husain saat berperang melawan
tentara Suriah. Kematian Husain memang salah satu peristiwa tragis dalam
sejarah Islam. Namun kesucian hari 'Asyura tidak bisa dikaitkan dengan
peristiwa ini dengan alasan yang sederhana bahwa kesucian hari 'Asyura sudah ditegakkan sejak zaman Nabi Muhammad Saw jauh sebelum kelahiran Sayidina Husain. Sebaliknya, adalah kemuliaan bagi Husain yang kematiannya dalam pertempuran itu bersamaan dengan
hari 'Asyura.
peristiwa ini dengan alasan yang sederhana bahwa kesucian hari 'Asyura sudah ditegakkan sejak zaman Nabi Muhammad Saw jauh sebelum kelahiran Sayidina Husain. Sebaliknya, adalah kemuliaan bagi Husain yang kematiannya dalam pertempuran itu bersamaan dengan
hari 'Asyura.
Anggapan-anggapan yang salah lainnya tentang bulan
Muharram adalah kepercayaan bahwa bulan Muharram adalah bulan yang tidak
membawa keberuntungan, karena Husain terbunuh pada bulan itu. Akibat
adanya anggapan yang salah ini, banyak umat Islam yang tidak melaksanakan
pernikahan pada bulan Muharram dan melakukan upacara khusus sebagai
tanda ikut berduka atas tewasnya Husain dalam peperangan di Karbala, apalagi disertai dengan ritual merobek-robek baju atau memukuli dada sendiri.
tanda ikut berduka atas tewasnya Husain dalam peperangan di Karbala, apalagi disertai dengan ritual merobek-robek baju atau memukuli dada sendiri.
Nabi Muhammad sangat melarang umatnya melakukan
upacara duka karena meninggalnya seseorang dengan cara seperti itu,
karena tindakan itu adalah warisan orang-orang pada zaman jahiliyah.
Rasulullah bersabda, "Bukanlah termasuk umatku
yang memukuli dadanya, merobek bajunya dan menangis seperti orang-orang
pada zaman jahiliyah."
Bulan Pengampunan Dosa
Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam sistem
kalender Islam. Kata Muharram artinya 'dilarang'. Sebelum datangnya
ajaran Islam, bulan Muharram sudah dikenal sebagai bulan suci dan pada
bulan ini dilarang untuk melakukan hal-hal seperti peperangan dan pertumpahan
darah.
darah.
Seperti sudah disinggung di atas, bahwa bulan Muharram
banyak memiliki keistimewaan. Khususnya pada tanggal 10 Muharram. Beberapa
kemuliaan tanggal 10 Muharram antara lain Allah Swt akan mengampuni
dosa-dosa setahun sebelumnya dan setahun ke depan. (Tarmizi)
(ln/Islamicity)
(ln/Islamicity)
Keistimewaan Hari ‘Asyura (10 Muharram)
Keistimewaan Hari ‘Asyura (10 Muharram)
Hari ‘Asyura berasal dari bahasa arab yang artinya hari ke sepuluh di bulan Muharram. Hari ini memiliki keistimewaan tersendiri di dalam islam. Nabi Muhammad saw. biasa berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umatnya untuk melakukan hal serupa.
Keistimewaan Hari ‘Asyura (10 Muharram)
Dalam sebuah hadits kita dapat melihat bahwa ternyata tanggal 10 Muharram merupakan tanggal yang istimewa dalam sejarah kenabian.“Tatkala Nabi shalallaahu ‘alaihi wassalam datang ke Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau shalallaahu ‘alaihi wassalam bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang Yahudi menjawab, “Ini adalah hari baik, pada hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa alaihis salam berpuasa pada hari ini. Nabi shalallaahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi). Maka beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummatnya untuk melakukannya”. (HR. Al Bukhari)
Puasa Muharam
Kebiasaan berpuasa di hari ‘Asyura ini sepertinya sudah dilakukan Nabi saw. sejak awal kenabian. Hal ini tersirat dari hadits berikut.Dan dari Aisyah radhiallahu anha, ia mengisahkan,
كَانَ
رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِصِيَامِ يَوْمَ
عَاشُوْرَاءَ فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانَ كَانَ مَنْ شَاءَ صَامَ وَمَنْ
شَاءَ أَفْطَرَ
“Dahulu Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam memerintahkan untuk puasa di hari ‘Asyura. Dan ketika puasa Ramadhan diwajibkan, barangsiapa yang ingin (berpuasa di hari ‘Asyura) ia boleh berpuasa dan barangsiapa yang ingin (tidak berpuasa) ia boleh berbuka”. (HR. Al Bukhari No 1897)Jadi, setelah diwajibkannya puasa Ramadhan, puasa Muharram di hari ‘Asyura menjadi sunnah hukumnya. Sebelumnya Rasulullaah saw. sangat menekankan agar kaum muslimin berpuasa di hari ke sepuluh bulan muharram itu.
Keutamaan puasa ini juga sangat besar sehingga Nabi saw. menekankan dalam haditsnya:
Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah (bulan) Muharram,… [HR Muslim]Dan tentang puasa ‘Asyura, pahalanya adalah pengampunan atas dosa setahun sebelumnya:
Dari Abu Qatadah radhiallahu anhu,
وَصَوْمُ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ إنِّي أَحْتَسِبُ عَلَى اللّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَنَة َالتِيْ قَبْلَهُ
“Dan puasa di hari ‘Asyura, sungguh saya mengharap kepada Allah bisa menggugurkan dosa setahun yang lalu”. [Sunan Abu Dawud]
Waktu Pelaksanaan Puasa ‘Asyura
Puasa Muharram atau ‘Asyura sebagaimana tersirat pada arti kata ‘asyura adalah pada 10 Muharram. Namun ada satu riwayat hadits yang mengindikasikan bahwa Nabi saw. akan melaksanakan puasa ini pada tanggal 9 Muharram sebagai cara untuk tidak menyamai dengan orang-orang Yahudi dan Nashrani yang pada saat itu merayakan hari ‘asyura. Namun hal ini belum sempat dilakukan oleh Nabi saw. karena beliau telah wafat.“Jikalau masih ada umurku tahun depan, aku akan berpuasa tanggal sembilan (Muharram)” [HR Muslim]Sebagian besar ulama berpendapat bahwa pelaksanaan puasa yang paling selamat adalah tanggal 9 dan 10 Muharram. Tanggal 10 Muharram sebagai kebiasaan Nabi saw sebelumnya dan ditambah dengan puasa tanggal 9 (puasa Tasyu’a) sebagai pembeda dengan kebiasaan orang Yahudi dan Nashrani.
Dan dari Ibnu Abbas juga, Rasulullah SAW bersabda,
“Puasalah kalian pada tanggal sembilan dan sepuluh, bedakanlah dari orang-orang Yahudi.”
(HR. Muslim).
Semoga bermanfaat.
sumber http://blog.al-habib.info/id/hari-asyura-dan-puasa-muharram/
sumber gambar :http://ulunpaser.blogspot.com/b/post-preview?token=q7GwEzQBAAA.Zsj_f_YV6E9b-VCiQL2vgg.3M3A73VU9pd3Q4Dhkzf_5A&postId=8319342535707304092&type=POST
Sidak, Dahlan Ikut Berjubel di KRL Ekonomi
TEMPO.CO, Jakarta -
Lagi-lagi, ini cara dan gaya Menteri BUMN Dahlan Iskan membuat
gebrakan. Senin, 5 Desember 2011, Dahlan tiba-tiba melakukan inspeksi
mendadak melihat layanan kereta rel listrik (KRL) yang hari ini
memberlakukan sistem loopline (jalur lingkar) Jabodetabek.
Sidak itu dilakukan dengan langsung menumpangi KRL jenis ekonomi dari Stasiun Depok. Berangkat pukul 08.10 WIB, Dahlan menuju Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.
Mantan Direktur Utama PT PLN itu tak segan-segan berdesakan dengan penumpang lainnya. Pada jam-jam itulah biasanya moda transportasi kereta api dipenuhi ribuan penumpang dari Bogor dan Depok yang akan berangkat ke Jakarta.
"Saya meninjau langsung penerapan rute baru KRL PT KAI. Tadi waktu ke Depok-Manggarai, saya terharu melihat sedemikian banyaknya manusia berjubel. Ini yang harus segera diselesaikan," kata Dahlan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 5 Desember 2911.
Kata Dahlan, saat ia mau naik, kereta sudah berjubel. Sebagian dari penumpang naik di atas gerbong. "Saya tadinya ingin naik ke atas gerbong juga. Tapi tidak jadi karena teman-teman dari KAI melarang. Ada benarnya karena naik ke atas kereta kan memberi contoh yang tidak baik," katanya.
Sejak 5 Desember 2011, KAI mulai memberlakukan uji coba sistem rerouting KRL di Jabodetabek yang pada implementasinya banyak mendapat protes dari para penumpang.
Melihat kondisi di lapangan, Dahlan berpendapat bahwa program yang dilakukan KAI tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"KAI jangan berhenti karena kritikan itu. Mengurus KA itu sangat sulit atau tidak segampang mengomelinya," kata Dahlan.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan mengatakan sesungguhnya untuk meningkatkan kapasitas angkutan KRL, khususnya Jabodetabek, sangat tergantung pada infrastruktur.
"Saat ini masih jalur KRL masih banyak yang harus melalui perlintasan jalan. Setidaknya 24 perlintasan KRL di seluruh Jabodetabek yang harus dicarikan jalan keluarnya," ujarnya.
Ia berpendapat solusinya adalah bagaimana menjadikan perlintasan KRL tersebut dalam bentuk underpass maupun ditinggikan menjadi semacam jalan layang.
Untuk itu, ia menambahkan, pihaknya dengan Pemda DKI dan pemda lainnya sedang berupaya untuk menyelesaikan masalah perlintasan.
Sidak itu dilakukan dengan langsung menumpangi KRL jenis ekonomi dari Stasiun Depok. Berangkat pukul 08.10 WIB, Dahlan menuju Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.
Mantan Direktur Utama PT PLN itu tak segan-segan berdesakan dengan penumpang lainnya. Pada jam-jam itulah biasanya moda transportasi kereta api dipenuhi ribuan penumpang dari Bogor dan Depok yang akan berangkat ke Jakarta.
"Saya meninjau langsung penerapan rute baru KRL PT KAI. Tadi waktu ke Depok-Manggarai, saya terharu melihat sedemikian banyaknya manusia berjubel. Ini yang harus segera diselesaikan," kata Dahlan di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 5 Desember 2911.
Kata Dahlan, saat ia mau naik, kereta sudah berjubel. Sebagian dari penumpang naik di atas gerbong. "Saya tadinya ingin naik ke atas gerbong juga. Tapi tidak jadi karena teman-teman dari KAI melarang. Ada benarnya karena naik ke atas kereta kan memberi contoh yang tidak baik," katanya.
Sejak 5 Desember 2011, KAI mulai memberlakukan uji coba sistem rerouting KRL di Jabodetabek yang pada implementasinya banyak mendapat protes dari para penumpang.
Melihat kondisi di lapangan, Dahlan berpendapat bahwa program yang dilakukan KAI tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"KAI jangan berhenti karena kritikan itu. Mengurus KA itu sangat sulit atau tidak segampang mengomelinya," kata Dahlan.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan mengatakan sesungguhnya untuk meningkatkan kapasitas angkutan KRL, khususnya Jabodetabek, sangat tergantung pada infrastruktur.
"Saat ini masih jalur KRL masih banyak yang harus melalui perlintasan jalan. Setidaknya 24 perlintasan KRL di seluruh Jabodetabek yang harus dicarikan jalan keluarnya," ujarnya.
Ia berpendapat solusinya adalah bagaimana menjadikan perlintasan KRL tersebut dalam bentuk underpass maupun ditinggikan menjadi semacam jalan layang.
Untuk itu, ia menambahkan, pihaknya dengan Pemda DKI dan pemda lainnya sedang berupaya untuk menyelesaikan masalah perlintasan.
source http://www.tempo.co/read/news/2011/12/05/090369974/Sidak-Dahlan-Ikut-Berjubel-di-KRL-Ekonomi
Anak Bangsa Yang Tangguh...
Wamen ESDM Widjajono Partowodagdo:
"Sekarang Saat yang Tepat Naikkan Harga BBM"
Selain sederhana, rambutnya gondrong, dan berani berkata apa adanya.
Sabtu, 3 Desember 2011, 09:55 WIB
Hadi Suprapto, Iwan Kurniawan VIVAnews - Usianya sudah 60. Pria ini masih sehat. Jalannya tegap. Masih seperti usia 45. Dialah profesor yang telah menaklukkan 40 gunung tertinggi di dunia yang juga Wakil Menteri Energi: Widjajono Partowidagdo.
Rabu pagi, 30 November 2011, pukul 08.00 WIB, profesor perminyakan itu menepati janji mengunjungi redaksi VIVAnews.com di Menera Standard Chartered Bank, Lantai 31, Jakarta.
Penampilannya tak seperti Wakil Menteri, mengenakan kemeja besar tak dimasukkan dan tas kumal bermerek Pekan Energi Nasional 2011: Energi Pro Rakyat. Tak ada tanda, kalau yang datang itu wakil menteri.
Dia merupakan petinggi negeri ini yang unik. Selain sederhana, rambutnya gondrong, dan berani berkata apa adanya. Termasuk mengatakan perlunya pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak.
Laki-laki yang dilahirkan di Magelang, 16 September 1951 ini, lebih suka berkata terus terang dan tidak berpura-pura. "Karena dengan berterus terang, negeri ini akan menjadi lebih baik," katanya.
Berikut petikan perbincangan Widjajono dengan redaksi VIVAnews.com: Bagaimana pengalaman Anda dalam menaklukkan gunung?Kalau mau naik gunung, naik saja. Tapi kalau ada larangan, lebih baik ikuti saja: jangan naik. Beberapa waktu lalu saya ke Rinjani sama tvOne. Ada larangan dari Dinas Kehutanan.
Tapi kami tetap ingin naik. Mereka akhirnya setuju menemani kami dengan syarat, yang boleh menentukan sampai puncak atau tidak, adalah mereka. Bapak-bapak ini menemani lengkap mengenakan pakaian dinas. Belakangan kami tahu, di tengah perjalanan cuaca sangat buruk: petir di mana-mana. Kami satu rombongan memutuskan turun.
Sudah berapa gunung yang sudah ditaklukkan?Hampir 50 gunung, 40 lebih. Kalau di Indonesia awalnya naik gunung sama mahasiswa UPN Yogya. Saya kan dulu sering menguji di UPN, bukan dosen tapi penguji. Mereka kalau ingin disamakan, harus diuji oleh ITB.
Nah, saya bukan dosen, tapi penguji. Setiap tahun menguji, dan setiap tahun itu saya naik gunung bersama mereka: anak Mapalanya. Saya senang naik gunung bersama anak UPN itu karena mereka yang bawain barang saya, kalau sama mahasiswa ITB suruh bawa barang sendiri. Gak kuat saya, hehehehe.
Pertama kali naik gunung umur berapa?Pertama kali naik Gunung Gede itu masih SMA. Saya di SMA 5 Bandung. Waktu itu saya masih kuat sekali. Kalau Gunung Gede saya sering naik sama ibu-ibu Equatorial Peaks for Lupus (E4L), mereka kuat-kuat loh. Bahkan ada yang masih single juga sih. Mereka gak terkena lupus, tapi menyiarkan penyakit lupus. Female tracker, seperti Ami Saragih, Diah Bisono, Amalia Yunita, Veronica, mereka terkenal-terkenal kok.
Punya pengalaman spiritual dari mendaki gunung?Pengalaman spriritual saya naik ke Himalaya, di Kala Patthar, sebuah gunung hitam di Himalaya, Nepal, saya dikasih nasihat oleh pendeta Tibet, "Kamu kalau naik Himalaya jangan cepat-cepat, harus pelan. Dengan pelan kamu menghormati gunung ini dan menyesuaikan diri. Kalau kamu penyesuaian diri dengan bagus, kamu diterima gunung ini dan kamu akan sampai. Tapi kalau buru-buru tidak akan sampai."
Akhirnya saya pelan-pelan sambil berdoa, berjanji kalau sampai saya tidak akan berbuat jahat lagi. haha
Itu tahun berapa?2007. Kala Pattar itu basecamp Everest, tapi sekarang dipindahin lebih rendah lagi. Saat itu kami bertemu tim dari Malaysia mau ke Everest. Dalam website mereka ditulis ketemu Profesor Widjajono dan mereka sangat bangga. Dari tujuh pendaki Malaysia, enam sampai dan satu tidak. Yang satu itu bekas menteri.
Pengalaman paling menantang?
Ya tentunya Aconcagua. Yang gak sampai itu dan El-bruce, Mesir. Di Elbruce saya gak sampai juga, itu team. Ada petir dan hujan badai.
Sebenarnya kalau saya tidak ikut tim internasional, saya masih bisa menunggu. Kalau ikut tim lokal saya bisa nunggu hingga cuaca bagus lalu naik lagi, tapi karena ikut tim internasional mereka langsung pindah lagi ke tempat lain. Jadi saya kalau nanti naik lagi ke Elbruce, saya akan ikut tim lokal.
Yang Aconcagua itu sama tvOne juga. Salahnya berangkat sudah awal Februari, karena awal Februari sudah masuk musim dingin, jadi cuacanya sudah jelek. Itu sudah diumumkan tidak boleh naik seminggu ke depan karena cuaca buruk. Itu suhunya sudah seperti di kulkas, air itu beku dan setiap malam itu ditenda yang gak ada heater, pakai sleeping bag saja. Aku gak kuat kalau nunggu seminggu lagi, tim tvOne nunggu seminggu lagi. Ternyata minggu depannya cuaca lebih buruk lagi, jadi mereka turun juga.
Fanatik naik gunung?
Saya gak fanantik, tapi senang jalan. Kalau di Bandung dulu, kalau tidak ke Tangkuban Perahu ya ke Maribaya atau ke Lembang setiap minggu. Saya bukan pemakan daging merah, karena dari bayi saya lepeh. Di Tangkuban Perahu sampai ada tukang nasi goreng langganan yang tahu saya tidak makan daging.
Sudah umur 60 masih gondrong?
Saya tidak merasa tua kok. Kita tuh tua kalau kita merasa tua. Sewaktu naik Himalaya saya ketemu 15 orang pendaki dari Korea, mereka mengatakan: Age ain't nothing but a number.
Mereka umurnya 55-70 tahun, dan masih mau naik Everest. Orang Korea itu punya kepercayaan umur di atas 60 tahun mereka merasa dilahirkan kembali karena shionya yang kembali, dan kebanyakan pemimpin di sana tua-tua karena wisdom-nya.
KONSEP CINTA
Kuntoro Mangkusubroto, Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan, menyebut Anda sebagai orang jenius. IQ Anda berapa? Gak tau saya, hehehe.. Jangan tanya saya, yang nilai kan orang lain.
Pernah tes IQ?Saya biasanya kalau dites itu hasilnya bagus, karena saya biasanya kalau dalam kondisi kritis itu justru bagus. Misal tes Toefl, kalau tes biasa saya gak bagus, tapi kalau tes beneran saya bagus. Hehehe.
IQ-nya berapa?Gak tau saya. IQ saya gak tau, tapi yang jelas kalau saya mengajar, murid saya banyak. Kelas saya itu namanya kelas manajemen dan ekonomi migas. Itu muridnya sampai 348. Mereka senang dengar saya cerita.
Murid saya bukan hanya dari perminyakan. Ada yang dari geofisika, tambang, geologi, teknik industri, bisnis manajemen bahkan ada yang dari astronomi, dan planologi. Yang dari perminyakan cuma 100 orang.
Biasanya kalau saya ngajar, saya minta setiap perwakilan kirim alamat email, saya kirim mereka cerita-cerita naik gunung, cerita seminar, kirim cerita sekolah di Amerika dan Eropa, jadi saya tidak hanya mengajar perminyakan tetapi saya ajarkan juga hidup yang, kata saya, baik.
Saya bilang ke murid-murid "cara belajar yang paling baik adalah mengajar dan menulis,". Kalau bisa mengajar dan menulis pasti pintar. Dan cara mengajar yang paling baik adalah memberi contoh.
Saya suka mengajarkan cara hidup saya, sudah bisa agak membuktikan cara hidup saya benar karena saya kan jadi orang.
Cara mengajar paling baik itu memberi contoh, dengan melakukan. Melakukan paling baik itu dengan cinta. Kalau kita melakukan segala sesuatu dengan cinta, itu baik. Jadi kalau kita berbuat baik ke setiap orang, maka pasti kita tidak akan pernah rugi. Saya pengagum The Beatles, all you need is love. Cinta itu sharing, caring, giving, dan forgiving.Siapa yang mencintai sesama ciptaan Tuhan maka kita akan berhasil, karena cinta itu sifat Tuhan yang paling utama dan Tuhan pasti menyayangi orang yang menyayangi ciptaannya.
Saya dulu kenapa termasuk pintar di kelas karena saya ngajarin teman-teman saya. Bahkan angkatan yang lebih tua seperti Pak Bambang Nugroho, dulu Direktur Hulu Pertamina, belajar ke saya. Mereka punya motor, saya gak punya motor, saya suka dijemput sama mereka. Orang punya sepeda motor jaman dulu adalah orang-orang kaya.
Saya pernah memikirkan ekonomi cinta. Kalau kita saling mencintai satu sama lain segala permasalahan lain itu selesai.
Berkebalikan dengan hukum ekonomi?Ya justru hukum itu harus dibenerin. Menurut hukum ekonomi biasa orang yang memberi itu rugi, tapi ini gak. Orang yang kaya itu orang yang memberi paling banyak.
Lihat saja Bill Gates dan sebagainya itu karena charity luar biasa. Lalu ada orang bilang, kalau gak kasih itu lebih kaya lagi. Saya bilang gak, karena dia memberi itu makanya kaya. Pada dasarnya, cinta itu ringan, membebaskan. Benci itu berat. Saya pernah benci seseorang, saya sendiri yang menderita.
TUGAS KHUSUS
Awal mula diberi tugas jadi Wakil Menteri?Awalnya sih, terus terang saja, dua tahun lalu ada yang menghubungi saya untuk menyerahkan CV, waktu pembentukan kabinet baru. Saya gak tahu siapa yang telepon, mungkin Pak Kuntoro.
Mereka minta saya, tapi gak lolos karena yang dipilih orang partai. Nah kemarin ini, mungkin karena orang partainya kurang perform saya dihubungi lagi sama Pak Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Perekonomian. Dia juga dari perminyakan dan pernah menjadi murid saya. Hatta bilang minta CV-nya dong, akhirnya malam Minggu saya kirim CV.
Lalu Minggu siang ditelepon lagi sama Pak Hatta, "Mas nanti ditelepon Pak Sudi".
Eh pas Jumatnya sebelum salat Jumat Pak Sudi telepon "Pak Wid, siap-siap saja datang ke Istana, tapi mungkin gak hari ini."
Saya bilang, saya siap kapan saja. Habis salat Jumat ditelepon lagi, "Pak Wid bisa gak datang jam 1.".
Pak Sudi bilang beliau ingin bertemu saya di Istana Negara. Lalu pas saya datang ke sana, Pak Hatta bilang, "Mas kalau sama Jero Wacik cocok ga?" Saya bilang oke saja.
Seminggu sebelum itu, ada reuni ITB angkatan 70, Jero Wacik datang cerita, kalau dirinya masih bisa berkarya. Dia bilang kita ini usia enam puluh masih ranum-ranumnya, tiga tahun ke depan saya masih bisa berkarya lagi.
Dia juga memberi buku "Berpikir Positif" dan saya baca ternyata ada 8 saudaranya meninggal semua, dia satu-satunya yang bertahan, lalu dirawat pemimpin agama dan menjadi pemimpin agama.
Karena dia mempunyai cara hidup yang sama dengan saya, jadi saya bilang saya cocok sama dia. Saya yakin kalau kita mempunyai cara berpikir yang positif, pasti kita akan bisa memaafkan. Saya baca buku The Secret, kalau kita mempunyai pikiran positif maka akan mendapatkan hal yang positif.
Setiap pagi kalau saya jalan-jalan semua orang saya sapa dan ajak ngobrol. Dari satpam, pembantu, polisi hingga orang membawa anjing. Dengan begitu saya merasa, karena diawali dengan hal yang baik, maka pada hari itu saya baik. Itu rahasianya, kenapa saya seharian merasa baik, karena diawali dengan baik.
Ditugasi jadi menteri kenapa bersedia?
Waktu diwawancara Pak SBY, Pak Sudi, dan Pak Boediono ada pertanyaan: saudara bersedia tidak menjadi wakil menteri?
Saya bilang, saya ini guru dan saya awalnya guru ITB yang juga mengajar analisis kebijakan. Mengajarkan ke murid-murid suatu negara baik jika negara seperti ini, dan kenyataannya gak pas, saya penasaran.
Saya ikut Dewan Energi Nasional, saya melamar dengan serius, tes psikotes, wawancara, tes DPR, dapat 44 dari 48 suara DPR. Sesudah di DEN saya jadi guru yang lebih baik, setiap ketemu setiap orang, saya bagikan dua buku tentang energi migas di Indonesia dan analisis kebijakan.
Kalau Bapak tawari saya jadi wakil menteri saya bisa menjadi guru yang lebih baik lagi. Saya tidak hanya ngomong doang, tapi mungkin ikut membantu permasalahan bangsa. Beliau manggut-manggut saja.
Ada tugas khusus?Diminta menyelesaikan masalah lifting migas. Kedua masalah listrik. Beliau tidak menyebut BBM, tapi saya kira itu salah satu tugas saya.
Anda sering mengeluarkan pernyataan berbeda dengan pejabat lain, mengapa?
Saya tidak pernah reluctant karena pada dasarnya saya akademisi. Kalau boleh milih menjadi pejabat yang tidak boleh ngomong atau akademisi, maka saya akan memilih menjadi akademisi. Saya ngomong apa adanya saja, karena dengan ngomong apa adanya itu negara dapat menjadi lebih baik.
Banyak orang Indonesia itu pretending, pura-pura saja. Saya buat apa sih seperti itu. Saya nothing to lose saja. Saya sudah kaya. Saya menjadi pejabat bukan untuk mencari uang.
Pernyataan Anda sering kontroversial lebih seperti akademisi. Menurut Anda?
Saya anggap pemimpin itu guru dan fasilitator, pemimpin itu seharusnya akademisi. Pemimpin harus bisa mengubah pandangan masyarakat yang tidak benar. Pemimpin itu bukan hanya George Bush atau Pak Harto, tapi bisa saja seperti Ghandi dan Nelson Mandela, mereka itu guru. Jadi kalau pemimpin itu harus dipisahkan birokrat dan akademisi saya tidak setuju.
Kalau saya harus pilih antara birokrat dan guru, saya memilih jadi guru. Karena pemimpin itu guru, pemimpin harus bisa bilang ke masyarakat ini loh yang benar.
Sewaktu di DPR saya dicaci maki, saudara bukan pengamat. Saya harus kasih tahu ke bangsa Indonesia bahwa yang benar seperti ini, kalau saya salah mari kita diskusi mana yang lebih baik.
Justru yang membuat Indonesia tidak maju ini karena orang tidak berani mengambil keputusan yang berbeda, tidak ada kreativitasnya dan ini harus diubah. Konghucu itu dulu mau jadi pejabat tidak jadi, karena yang mengetes kalah pintar dari dia, tapi Konghucu itu lebih terkenal dari raja China mana pun.
Jadi yang terpenting bagi saya itu jadi guru, bukan jadi presiden atau menteri. Guru saya tidak boleh hilang, lebih baik menghilangkan yang lain.
Pernah dimarahi Hatta Rajasa karena statement Anda?
Pak Hatta gak mungkin marahin saya. Dia murid saya, hahaha. Sehabis beri statement, saya SMS ke dia, biar gak salah pengertian dengan maksud saya.
Saya sering mengirim email ke menteri-menteri mengenai pemikiran saya, jadi paling tidak menteri-menteri tahu statement saya.
Saat ini, Anda seberapa kaya?Saya jadi dosen. Mengajar kursus perminyakan dapat Rp6 juta sehari, setiap bulan 3-4 hari. Jadi kalau sama Wamen sekarang gajiannya gedean jadi dosen. Karena saya jadi anggota Dewan Energi Nasional (DEN), tunjangan profesor saya diberhentikan, padahal tunjangan itu lumayan loh, bisa Rp7 juta. Istri saya juga bekerja, sering mengerjakan proyek internasional dari Uni Eropa, Inggris, dan Belanda. Gaji istri saya itu kan dapatnya banyak.
Untuk ukuran pejabat bukankah itu sedikit?Saya itu sederhana, tapi bukan berarti saya miskin. Pengeluaran saya kecil, baju kalau tidak sampai lecek gak ganti. Saya senang baju lecek kalau boleh sama istri.
Anak?
Anak saya satu. Masih SMA kok.
Main Golf?
Gak golf, saya cuma jalan kaki naik gunung. Setahun sekali lah paling ga, ada juga yang disponsori oleh teman kalau naik gunung di luar negeri.
SALAH SUBSIDI
Apa target Bapak di Kementerian Energi?Beresin permasalahan energi di Indonesia.
Soal kenaikan harga BBM, menurut Anda bagaimana?
Saya hanya bilang, sebagai pengamat cuma tiga caranya mengurangi subsidi BBM: satu menaikkan harga, kedua membatasi pemakaian, dan ketiga mengalihkan BBM ke bahan bakar yang lebih murah.
Membatasi pemakaian, mobil pribadi dilarang menggunakan Premium harus pakai Pertamax, itu kan pengurangan subsidi BBM.
Mengenai memakai energi lain atau konversi, itu seperti minyak tanah pindah ke gas elpiji. Itu kan biayanya separuhnya. Premium dan BBG itu biaya cuma setengahnya, listrik dari BBM menjadi gas, panas bumi, batu bara, dan air itu biayanya hanya sepertiga.
Panas bumi, batu bara, air, gas itu biayanya sekitar 9 sen dolar AS, kalau BBM bisa 36 sen. sekarang ini kalau mau nurunin biaya pokok listrik pakailah yang lain.
Jadi selama ini kita menggunakan barang mahal. Saya istilahkan, orang miskin pakai barang mahal, pasti susah.
Kita terus terang saja salah alokasi, subsidi energi Rp200 triliun itu lebih baik digunakan untuk meningkatkan kemampuan Indonesia. Kita mau eksplorasi gak punya duit, PTDI gak punya duit, Pindad gak punya duit, perbatasan ada masalah, tapi kita masih enak-enak menikmati subsidi BBM Rp200 triliun.
Apakah opsi nomor tiga itu sulit?Nomor tiga itu jangka panjang, gak sulit yang penting kita niat. Gas itu yang penting ada floating storage and regasification unit (FSRU), kaya minyak tanah jadi LPG, gak sulit kan. Sekarang Premium jadi gas itu gak sulit, di Aconcagua, Argentina, sejak 1980an. Listrik di kaki desa Aconcagua itu sudah menggunakan gas, tidak ada masalah. Kalau niat itu enam bulan jadi. Tinggal niat saja, convertion kit itu sudah ada di mana-mana. China itu semua transportasi umum harus pakai gas, sepeda motor pakai listrik.
Ekonomi itu ilmu memilih. Kenapa kita harus memilih, karena kita tidak tinggal di surga. Di sini keadaan serba terbatas, sehingga kita harus memilih.
Analis itu tugasnya memberitahu dampak dari setiap pilihan. Jadi pilihan tidak menaikan harga BBM, dampaknya seperti ini. Politik itu proses untuk menentukan pilihan siapa yang dilakukan. Pilihan politik ini dua, satu tidak mengerti, bisa saja karena informasi keliru.
Contoh, Indonesia itu negara kaya minyak, untuk itu harga BBM harus rendah, ini salah informasi. Indonesia itu sudah mengimpor minyak 600 ribu barel per hari.
Kedua, bisa saja informasi tidak keliru tapi punya interest. Contoh, perusahaan mobil, Indonesia bangga pertumbuhan mobil paling tinggi di Asia Tenggara, padahal BBMnya disubsidi. Ini bangga yang tidak tepat. Singapura itu bangga, karena mobilnya tidak pernah bertambah seumur hidup. Setiap lima tahun diganti sama jumlahnya, untuk itu mobil di Singapura mahalnya bukan main.
Kalau konversi cuma enam bulan, kenapa bukan itu?Kalau naik Avanza masa mau beli BBM Rp8.000 per liter. Mengembangkan BBG itu lebih gampang kalau BBM itu harganya tinggi.
Kalau BBG itu biayanya Rp4.100, sedangkan BBM Rp4.500, gak akan muncul keinginan masyarakat untuk pindah karena perbedaan harganya sedikit. Jadi, misalnya, harga BBM harus naik menjadi Rp6.000. Jadi ada insentif ekonomi untuk bikin fasilitas untuk konversi ke BBG.
Saya anjurkan perusahaan mobil kalau mau berpartisipasi, buatlah mobil yang pakai gas, motor pakai listrik, kerjasama dengan baik. Untuk teman-teman yang mengimpor BBM, impor LNG saja yang diperlukan. 50 persen gas kita kan diekspor, sebelum kontrak itu selesai, boleh saja kita impor gas. Australia impor gas besar, Amerika sekarang bukan main impor gasnya.
Infrastrukur BBG bukannya mahal?Kalau harganya gak cocok ya gak mahal. Kalau harganya Rp4.100 jalan, saat ini harga sebenarnya Rp4.100 tapi disuruh jual Rp3.100 ya gak akan jalan. Sekarang kalau harga BBG Rp4.100 pemerintah diam saja, ini akan jalan sendirinya. Kalau harganya terlalu murah, marginnya di mana? Pemerintah itu kan mengemudi, sedangkan mendayung itu urusannya swasta. Kalau pemerintah mengemudi sekaligus juga mendayung, itu sudah tidak benar.
Anda mengusulkan kenaikan harga BBM Rp1.000 itu kenapa?Kalau seribu itu kan tidak terlalu berat. Kita pernah Rp6.000 dan Rp5.500 per liter, lalu turun lagi Rp4.500. Dulu saya ditanya waktu Rp5.500 per liter sebaiknya bisa turun berapa lagi. Saya jawab kenapa musti turun? Kenapa gak kelebihan uang ini digunakan membangun infrastruktur BBG. Apa itu SPBG, FSRU, atau membeli busway.
Coba lihat, waktu itu mau pemilu Amerika Serikat. Kalau Barack Obama menang, pasti harga minyak naik lagi dan ternyata benar. Memang gampang menaikkan harga BBM?
Saya ditanya, nanti bapak jadi tidak populer? Saya jawab kenapa saya harus populer, saya tidak mau jadi presiden. Bapak kan anggota DEN? Kan ketua DEN kan Presiden. Saya bilang saya akademisi. Saya bilang apa adanya.
Secara politik, menaikkan harga BBM masih memungkinkan?Liat saja nanti, itu urusan politik. Tetapi kalau saya menjadi Pak SBY, Pak SBY itu kan sudah tidak ikut pemilu lagi, jadi lebih baik menggunakan uang Rp200 triliun itu untuk memakmurkan masyarakat Indonesia daripada kasih subsidi yang tidak seharusnya. Rp200 triliun itu banyak, kita bisa membangun apa saja.
Biaya ekonominya besar?Tidak. Inflasi kecil. Begini, masalahnya pada 2012 kita sudah bilang tidak akan menaikkan BBM kecuali ada APBN-P. Tapi di 2011 ini kita boleh menaikkan BBM. Gak melanggar undang-undang.
Saya ngomong gak asal ngomong, Saya juga baca undang-undang, tahun 2011 itu boleh menaikkan harga BBM dengan syarat ICP, harga minyak mentah Indonesia, sudah di atas 10 persen dari target APBN-P.Lalu kuota sudah dilampui dan ditambah inflasi tahun ini rendah. Bahkan deflasi.
Jadi kalau mau menaikkan ya sekarang ini. Syaratnya hanya sampai 31 Desember ini. Kita tunggu saja sampai akhir tahun ini naik apa gak.
Kalau tahun depan, belum ada aturan untuk menaikkan, kecuali ada APBN-P. Kalau sekarang gak usah macam-macam, naikkan saja,
DPR gak bisa protes karena sesuai Undang-Undang, dan sebagian besar DPR juga setuju.
Kalau kita menaikkan harga BBM bisa digunakan untuk PT Kereta Api, ini PT KA yang seharusnya disubsidi tapi gak disubsidi akibatnya orang-orang beralih ke mobil dan lihat saja jembatan jadi ambruk. Jalan mobil itu bebannya berat sekali, jadi kadang kita subsidi salah pilih. Transportasi orang disubsidi, tapi transportasi barang gak disubsidi padahal di mobil disubsidi, mereka minta peraturan yang setara.
Pembatasan BBM gampang saja, mobil pribadi gak boleh pakai premium tahun 2012. Kendaran komersial, plat kuning itu tetap disubsidi. Kalau truk transportasi boleh menggunakan BBM subsidi, hanya mobil pribadi dilarang pakai premium.
Kebocoran gak banyak-banyak amat, yang penting jangka panjang seluruh kendaraan pilihannya Pertamax sama BBG.
Prosesnya bagaimana?
Itu sedang dibicarakan menteri. Saya tidak boleh bicara. Lihat saja nanti naik atau gak...hahaha.
Beda harga antara BBM bersubsidi dan non-subsidi terlalu besar. Mengapa tidak dibuat harga yang bervariasi di antara keduanya, sehingga masyarakat lebih punya pilihan?
Memang rencananya 2012 mobil pribadi gak boleh pakai Premium. Kalau tahapan, lebih baik naikkan Rp1.000. Pilihan. Ekonomi itu memilih.
Sebenarnya Premium itu ongkos produksinya tidak murah. Sekitar delapan ribu ke atas, seperti Pertamax. Yang mahal itu minyak mentahnya. Biayanya sama, cuma subsidinya yang besar, hampir 100 persen. China dan Vietnam tidak ada subisidi sehingga mereka tidak pusing-pusing.
Akibatnya di Indonesia orang mencari BBM yang paling murah. Premium kalau harganya dua kali lipat pasti orang akan pindah ke transportasi umum. Waktu Premium Rp6.000 banyak teman yang pindah ke busway, saat turun lagi ke Rp4.500 ya pindah lagi ke mobil pribadi.
Transportasi umum di Indonesia kan jelek?
Makanya busway di perbanyak. Singapura itu bensin mahal, mobil dipersulit, akibatnya orang naik transportasi umum, sehingga transportasi umum bagus. Uangnya digunakan untuk infrastruktur.
Kalau kereta api?
Pilihan politik itu dua: satu enggak ngerti, dua dia punya interest. Kereta paling bagus jelas. Di Cheng Du, tahun lalu ada subway, padahal itu kota kecil kaya Bandung. Semua sepeda motor pakai listrik. Di Jepang bahkan ada idiom: yang pinjam mobil naik Roll-Royce yang pinjemin naik subway. Di Jepang dan Paris itu tidak pernah macet, transportasi umum murah sekali. Kenapa kita gak seperti itu? Itu akan menarik turis juga, tinggal niat saja.
Kesimpulannya?
Kesalahan manajemen. Ada orang yang mengambil keuntungan dari impor BBM. Saya gak mau menyalahkan orang. Kita lihat ke depan.
Okelah yang lalu kita gak benar, ke depan itu kita perbaiki. Kalau kita pakai batu bara, kenapa gak gunakan untuk listrik? Kenapa bisa shortage listrik? karena program batu bara tidak jalan, Panas bumi ga jalan. Gas tidak berjalan dengan baik.
Lalu karena itu kita tertumpu BBM dan solusinya nuklir. Lalu kalau batu bara, panas bumi, dan gas gak jalan apa nuklir semua selesai?
Saya bukan antinuklir. Saya setuju Indonesia bikin nuklir, tapi bikinlah bersama dengan Singapura. Orang Singapura itu masalah kontrak dia baik, pengawasannya hebat. Kalau bikin nuklir dengan Singapura. Bikin saja di pulau Indonesia dekat singapura, Singapura pasti senang ditawari itu.
Kenapa kita gak ganti gas yang dikirim ke Singapura itu dengan batu bara. Batam-Singapura itu cuma 15 kilometer, kalau kita mengembangkan batu bara di Batam, lalu gasnya buat di pulau Jawa kita untung. Yang dibutuhkan Singapura itu bukan gas, tapi listrik.
Alternatif-alternatif itu penting. Out of the box, di Indonesia kenapa Papua jarang ditemukan migas sedangkan Papua Nugini banyak ditemukan migas, karena di Indonesia tidak boleh eksplorasi di hutan lindung. Padahal migas itu tidak mengupas tanah, tapi mencoblos.
Dari 20 ribu hektar operasi migas cuma 100 hektar. Kenapa kita banyak bikin aturan yang membuat negara ini gak maju. Padahal di Papua Nugini ditemukan migas, masa di Papua tidak ada, padahal pulaunya itu menyatu. Masalahnya orang gak boleh eksplorasi di situ. Dilarang oleh Kementerian Kehutanan, bukan orang Papua.
Kemarin ketemu orang Papua saya bilang harus dorong eksplorasi di Papua, karena bagian untuk pemerintahnya itu besar, 85:15, lima kali dari bagian kontraktor. Kalau batu bara itu kan lebih banyak kontraktornya daripada pemerintah.
KONTRAK PERTAMBANGAN
Masalah kontrak karya Pertambangan?
Begini, pada dasarnya ada perbedaan antara kontrak perminyakan dengan kontrak pertambangan. Kalau kontrak perminyakan kan manajemen ada di tangan pemerintah, kalau pertambangan manajemen ada di tangan perusahaan. Jadi pemerintah mengatur melalui peraturan pemerintah, sebaiknya mengikuti peraturan pemerintah.
Kan ada UU nomor 4 tahun 2009, pakai UU kalau mau ubah. Seperti masalah di Rusia, LNG Sakhalin di Rusia yang dimiliki poleh Shell. Duma, DPR Rusia, membuat peraturan bahwa semua kontrak migas di Rusia itu 55 persen sahamnya dibeli oleh pemerintah, ya sudah itu semua langsung berlaku di seluruh Rusia. Tadinya Shell yang mempunyai saham 60 persen, tinggal 45 persen.
Artinya perlu negosiasi ulang?Menurut saya iya. Karena tambang dahulu dengan tambang sekarang berbeda. Dulu batu bara harganya US$18 per ton, biaya US$10 per ton. Sekarang batu bara US$112 per ton, biaya US$30 per ton, kan jadinya untung mereka jadi banyak sekali.
Di samping itu, batu bara mengikuti peraturan pemerintah. Dulu namanya PKP2B, 13,5 persen royaltinya, dan pajak 45 persen. Lalu turun jadi 13,5 persen pajak 30 persen.
Sekarang yang IUP lebih kecil royalti 6 persen pajak 25 persen. Jadi kalau dihitung hanya 33 persen pemerintah dapatnya, padahal di struktur biaya sudah berubah. Kalau di minyak sekarang, bagi hasil 85:15 dimana 85 persen pemerintah dan 15 persen kontraktor.
Di tambang itu sekarang kontraktornya menerima lebih banyak dibandingkan di minyak. Yang benar saja, kamu dapat segitu pemerintah dapat lebih sedikit?.
Renegosiasi perlu memisahkan kepemilikan asing dan nasional?Tidak terlalu masalah. Masalahnya di UU No 4 tahun 2009, adalah luas area, dan lain-lain. Itu juga perlu dibreakdown satu per satu. Luas area kenapa kita persoalkan?
Misal Freeport luas area 100 ha. Kalau bisa diselesaikan dalam waktu kontraknya tidak apa-apa, tapi kalau tidak sanggup menyelesaikan kenapa tidak diberikan kesempatan orang lain. Kalau mereka bisa menunjukkan di program kerja sih tidak apa-apa, maka diperlukan ketransparanan. Kalau renegosiasi, program kerja apa, keekonomian seperti apa. Smelting, kenapa 35 persen, gak dibikin jadi 70 persen (wajib di Indonesia). Bikin smelter di Membrano, itu membuat masyarakat Papua menjadi lebih makmur.
Kontrak Karya I Freeport 1967 mereka harus membangun infrasruktur. Membawa alat berat dengan heli, jadi bisa dipahami kalau royalti kita kecil. Sekarang infrastruktur sudah baik sekali, mengapa pada Kontrak Karya II tahun 1991 kita masih bersedia menerima royalti yang kecil?
Harusnya royalti waktu itu langsung tinggi, struktur biaya lain. Logikanya kan begitu. Tapi itu bukan zamannya saya.
Nah makanya sekarang ini kita renegosiasi saja. Seharusnya waktu dulu bawa helikopter kita ngerti pemerintah bagiannya kecil. Tapi tahun 1991 biayanya sudah lain, seharusnya bagian pemerintah harus besar, tapi kenapa tidak dinaikkan. Itu alasan kita.
Mengapa renegosiasi seperti jalan ditempat?Tinggal kemampuan politik. Bangsa Indonesia ini kenapa tidak cepat? karena banyak orang yang takut mengambil keputusan. intinya cuma di situ, kalau kita tetap tidak berani ambil keputusan, ya gak akan jalan. Pertama, gak berani ambil keputusan karena takut jabatannya hilang, Kedua, ada istilah kalau bisa dipersulit kenapa tidak itu yang menyebabkan bangsa Indonesia tidak maju.
KORUPSI & FRUSTASI
Sudah dua bulan, belum frustasi kan Pak?Pak Kuntoro meramalkan saya frustasi, hahaha. Orang selama mempunyai pikiran positif, itu gak akan frustasi. Saya kalau dicaci maki saya diam saja. Norman Vincent Peale (penulis The Power of Positive Thinking), dia bilang kalau ada orang yang membuat dia sedih atau caci maki kamu, jadikan dia guru. Bukan karena dia bijaksana, tapi itu membuatmu bijaksana.
Jadi kalau saya dicaci maki orang ya memang itu harus saya lalui. Saya dan menteri saya belum lama ini dicaci maki DPR. Mereka bilang kalau ngomong harus seizin menterinya. Tapi kemarin waktu saya presentasi tentang Kebijakan Energi Nasional, mereka ingin potret dengan saya, hahaha.
Kemarin edang rapat dengan DPR, saya dilarang potret, karena Bapak bukan turis. Tapi orangnya kemudian bilang "Bapak ini idola saya". Kemarin itu lain sekali, padahal itu orang yang sama.
Korupsi di sektor ESDM?
Korupsi itu urusan menterinya bukan saya. Saya kalau ada orang minta sumbangan, saya gak ngurusin sumbangan hubungi saja menterinya.
Kalau masalah minta jatah kontrak migas dan tambang?Kalau kontrak hubungi dirjen. Saya bukan masalah teknis, masalah teknis hubungi dirjen masing-masing. Saya kasih tahu ke dirjen, kalau kamu mau silakan tapi kalau mereka mengacau ya marahin saja.
Ngapain saya urusin seperti itu, tanggung jawab yang tidak-tidak. Idenya saya sebagai analis dan Pak Jero Wacik sebagai politisi, keputusan ada di tangan beliau. Saya hanya memberikan alternatif-alternatif.
Apa sih yang sebenarnya membuat negara ini tidak benar?Policy analisys itu seperti dokter aja, pertama dicari penyakitnya. Negara itu cuma dua penyakitnya, penyakit nomor satu itu pasar, pasar itu interaksi antar orang, monopoli, lingkungan dan sebagainya, ketidakadilan. Pasar itu masalah kemakmuran. Kalau ada Jagger, berarti pasarnya tidak berjalan dengan baik, ada mafia. Kedua, pemerataan. Pemerataan ada dua yaitu pemerataan kesempatan dan pemerataan atas pendapatan.
Dalam mengatasi kedua masalah ini, orang membentuk negara, jadi negara itu mengatasi masalah pasar dan pemerataan. Negara itu kan orang, bisa saja dalam kenyataannya tidak benar. Masalah negara ada empat, satu demokrasi, birokrasi, orangnya dan desentralisasi. Tinggal dicari saja masalahnya apa, ada ketidakberesan dimana, penyelesaiannya ada resepnya masing-masing, metode rasionalis.
Jadi kalau saya analisis sesuatu itu menggunakan metode itu saja. Seperti dokter, penyakitnya apa obatnya apa, jangan sampai penyakitnya salah, kalau penyakit salah walaupun obatnya benar tetap saja pasti salah.
Benarkah penilaian kinerja Kementeria Energi merah?
Ya jelas kan, merah sekali. Programnya gak jalan. Masalahnya yang lalu gak berani ambil keputusan. Jadi menurut saya sangat merah. Tidak ada keputusan sehingga tidak ada proyek, padahal dari dirjen-dirjen usulan sudah ada, cuma tidak berani tanda tangan.
Pemimpin itu fasilitator dan guru, kalau guru gak berani ketemu muridnya, gak pas lagi menjadi pemimpin. Pak Darwin dan Pak SBY aku yakin mereka gak pernah ngomong. Ada masalah komunikasi, kalau saya kan tenang saja. Kalau saya dianggap salah, bisa jelasin selesai. Waktu saya bilang kenaikan harga BBM, menteriku mencak-mencak di Bali "Gak akan ada kenaikan BBM", setelah saya jelasin, baru mereka mengerti.
Komunikasi dengan Pak Jero Wacik cukup intensif?Saya senang bekerja sama dia, orangnya bersih. Saya tidak suka bekerja sama dengan orang pintar tapi gak bersih. Jero Wacik itu pintar dan mau mendengarkan. Dia pemuka agama. Positifnya banyak dan mau belajar.
Prioritas Anda apa?
Setiap orang mempunyai tugas masing-masing, kontrak karya itu Dirjen Minerba, panas bumi itu tugasnya Dirjen EBTKE, lalu lifting itu Dirjen Migas.
Indonesia itu migas tetek bengek perlu diatasi, seperti izin. ExxonMobil di Cepu gak jalan-jalan itu karena masalah izin bupati, masalah izin pipa lewat jalan kereta api, pipa lewat jalan darat, izin pembebasan tanah. Pak Jero Wacik sudah niat menelepon satu-satu. Masa lalu itu tidak diapa-apain.
Saya bilang, jangan urusan masyarakat diselesaikan oleh perusahaan. Ada dua paham: saya kaya kamu miskin dan saya baik kamu tidak baik.
Keduanya tidak akan bertemu tanpa cinta, orang miskin itu pikirannya orang kaya itu jahat, yang menyebabkan kaya itu karena jahat, jadi gak ketemu.
Makanya saya bilang kasus Lapindo itu membenci satu sama lain, sekarang begini saja utang Bakrie dibayar lalu kembangkan lapangan itu sehingga bisa menjadi Balikpapan (kota minyak), Jawa Timur itu.
Kenapa selalu ribut menyalahkan orang, sampai kapan seperti itu? Kenapa gak sekarang dibereskan saja dan dikembangkan, itu potensi cadangan migasnya banyak dan Pertamina sudah bersedia melakukan seismik. Ada point of view, manajemen dipegang pemerintah, jadi 50:50, Bakrie suruh membayar ganti rugi tetapi yang menangani pemerintah.
Urusan pembebasan tanah, urusan izin, urusan kehutanan dan sebagainya itu pemerintah yang mengerjakan. Kenapa di Indonesia ini investasi tidak jalan, karena yang disuruh ribut dengan masyarakat itu perusahaan.
source VIVAnews.com
Al Waqi’ah
Imam Baihaqi meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud berkata,”Aku mendengar
Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah
setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan.”
Ibnu Katsir didalam mengawali penafsirannya tentang surat al Waqi’ah
mengatakan bahwa Abu Ishaq mengatakan dari Ikrimah dari Ibnu Abbas
berkata : Abu Bakar berkata,”Wahai Rasulullah saw tampak dirimu telah
beruban.” Beliau bersabda,”Yang (membuatku) beruban adalah surat Huud,
al Waqi’ah, al Mursalat, عما يتساءلون (An Naba’, pen) dan إذا الشمس
كورت.” Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dia berkata : ia adalah hasan
ghorib.
Beliau mengatakan bahwa
Al Hafizh Ibnu ‘Asakir didalam menerjemahkan
Abdullah bin Mas’ud dengan sanadnya kepada Amr bin ar Robi’ bin Thariq
al Mishriy : as Surriy bin Yahya asy Syaibaniy bercerita kepada kami
dari Syuja’ dari Abu Zhobiyah berkata ketika Abdullah (bin Mas’ud)
menderita sakit, ia dijenguk oleh Utsman bin ‘Affan dan bertanya,”Apa
yang kau rasakan?”
Abdullah berkata,”Dosa-dosaku.” Utsman bertanya,”Apa
yang engkau inginkan?” Abdullah menjawab,”Rahmat Tuhanku.” Utsman
berkata,”Apakah aku datangkan dokter untukmu.” Abdullah menjawab,”Dokter
membuatku sakit.” Utsman berkata,”Apakah aku datangkan kepadamu
pemberian?”
Abdullah menjawab,”Aku tidak membutuhkannya.”
Utsman
berkata,”(Mungkin) untuk putri-putrimu sepeningalmu.” Abdullah
menjawab,”Apakah engkau mengkhawairkan kemiskinan menimpa putri-putriku?
Sesungguhnya aku telah memerintahkan putri-putriku membaca surat al
Waqi’ah setiap malam. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw
bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka
dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.”
Lalu Ibnu ‘Asakir mengatakan : begitulah dia mengatakan. Yang betul :
dari Syuja’,
sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Wahab dari
Surriy. Abdullah bin Wahab berkata bahwa as Surriy bin Yahya telah
memberitahuku bahwa Syuja’ telah bercerita kepadanya dari Abi Zhobiyah
dari Abdullah bin Mas’ud dia berkata,
”Aku mendengar Rasulullah saw
bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka
dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.”
Dan Abu Zhobiyah
pun tidak pernah meninggalkan dari membacanya.
Demikian pula Abu Ya’la meriwayatkan dari Ishaq bin Ibrahim dari
Muhammad bin Munib dari as Surriy bin Yahya dari Syuja’ dari Abi
Zhobiyah dari Ibnu Mas’ud. Kemudian Ishaq bin Abi Israil dari Muhammad
dari Munib al ‘Adaniy dari as Surriy bin Yahya dari Abi Zhobiyah dari
Ibnu Mas’ud bahwasanya Rasulullah saw bersabda,
”Barangsiapa membaca
surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan
selama-lamanya.”, didalam sanadnya tidak disebutkan Syuja’. Ibnu Mas’ud
mengatakan,”Sungguh aku telah memerintahkan putriku membacanya setiap
malam.”
Ibnu ‘Asakir juga meriwayatkan dari hadits Hajjaj bin Nashir dan Utsman bin al Yaman dari as Sirriy bin Yahya dari Syuja’ dari Abu Fathimah berkata,”Abdullah mengalami sakit lalu Utsman bin ‘Affan datang mengunjunginya dan disebutkan hadits panjang ini. Utsman bin al Yaman berkata,”Abu Fathimah adalah hamba sahaya dari Ali bin Abu Thalib. (Tafsir al Quranil Azhim juz VII hal 512 – 513)
Ibnu ‘Asakir juga meriwayatkan dari hadits Hajjaj bin Nashir dan Utsman bin al Yaman dari as Sirriy bin Yahya dari Syuja’ dari Abu Fathimah berkata,”Abdullah mengalami sakit lalu Utsman bin ‘Affan datang mengunjunginya dan disebutkan hadits panjang ini. Utsman bin al Yaman berkata,”Abu Fathimah adalah hamba sahaya dari Ali bin Abu Thalib. (Tafsir al Quranil Azhim juz VII hal 512 – 513)
Tentang hadits diatas, Syeikh Al Bani mengatakan didalam kitab “Silsilatul Ahadits adh Dhaifah” /457 bahwa hadits itu dhoif.
Para ulama, seperti Ahmad, Abu Hatim, anaknya, Daruquthni, Baihaqi
dan yang lainnya telah bersepakat bahwa hadits tersebut adalah lemah.
Begitupula dengan hadits yang diriwayatkan oleh ad Dailamiy dari Anas
bahwa Rasulullah saw bersabda,”Surat al Waqi’ah adalah surat kekayaan
maka bacalah dan ajarkanlah ia kepada anak-anakmu.” Hadits ini pun
dinyatakan lemah oleh Al Banni didalam “Silsilah adh Dhaifah wal
Maudhu’ah” (8/337)
Saat ditanya tentang hadits “Barangsiapa yang membaca surat al
Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa
kemiskinan.selama-lamanya”, Syeikh Ibn Baaz mengatakan bahwa kami tidak
mengetahui adanya jalan yang shahih bagi hadits ini… Akan tetapi
(dibolehkan) membaca Al Qur’an yang dengan bacaannya menginginkan
tafaaqquh (pemahaman) didalam agama dan mendapatkan berbagai kebaikan,
karena Rasulullah saw bersabda,
”Bacalah oleh kalian al Qur’an.
Sesungguhnya Al Qur’an akan memberikan syafaat bagi para pemiliknya
(orang-orang yang suka membacanya, pen) pada hari kiamat.”. Beliau saw
juga bersabda,
”Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka
baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan sama dengan sepuluh kebaikan.
”
Hendaklah seseorang membaca al Qur’an karena keutamaan membacanya dan
untuk mendapatkan berbagai kebaikan bukan untuk mendapatkan dunia.”
(http://www.binbaz.org.sa)
Menneg BUMN Dahlan Iskan "Saya Pakai Sepatu Kets Supaya Lari Kencang"

Dahlan blak-blakan mengungkap rahasia membenahi PLN dan rencananya merestrukturisasi BUMN
VIVAnews - Senin pagi, 14 November 2011, pk. 07.50 WIB. Sebuah sedan Mercedes Benz hitam berpelat nomor L 1 JP merapat ke pelataran lobi Menara Standard Chartered, Jakarta, di mana VIVAnews berkantor.Pintu sopir terbuka.
Dari baliknya keluar sesosok laki-laki yang tampak seperti orang biasa—mengenakan kemeja putih dengan lengan digulung, pantalon hitam yang sedikit kegombrangan, dan sepatu kets hitam.
Dia bukan sopir. Dia adalah Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang baru diangkat Presiden, Dahlan Iskan. Tiga penumpang yang disopirinya, adalah para staf anak buahnya di Kementerian.
Di lift menuju kantor VIVAnews, Dahlan mendadak keluar begitu ia mendengar di gedung ini juga berkantor salah satu anak perusahaan Pertamina. Sempat dicegat petugas satpam yang bahkan tak mengenalinya sebagai menteri, pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951 ini, melakukan “sidak” ke ruang-ruang kantor di situ.
“Tidak, tidak ada masalah apa-apa, kok. Saya cuma mampir sebentar,” katanya kepada sejumlah karyawan Pertamina yang gelagapan.
Dahlan memang petinggi Republik yang unik. Di kabinet sekarang, barangkali dialah salah satu pejabat yang paling santer dibicarakan publik—dengan nada positif. Dua tahun memimpin PT Perusahaan Listrik Negara, wartawan senior ini dinilai sukses menerapkan sejumlah gebrakan dan langkah terobosan.
Berikut petikan perbincangan Dahlan, mantan CEO Jawa Pos Group, dengan redaksi VIVAnews.com, yang dipenuhi gelak tawa dan guyon khasnya itu:
Bagaimana awal mula penunjukan Anda menjadi menteri?
Begini, pertama kan Menteri Negara BUMN saat itu, Mustafa Abubakar, sakit. Karena Beliau sakit, rupanya Pak SBY mencari siapa penggantinya. Periode kabinet masih tiga tahun, kan nggak mungkin ad interim. Ketika mencari pengganti, dipilih-pilih, didapatlah saya.
Sebenarnya prestasi Pak Mustafa cukup bagus. Saya saksinya. Sebagai Direktur Utama PLN, saya merasa happy di bawah Pak Mustafa. Pak Mustafa tidak banyak intervensi, termasuk bersih, dan tidak memanfaatkan PLN untuk kepentingannya sendiri.
Saya orangnya husnuzon (berbaik sangka). Artinya begini, jika saya menjadi Pak SBY, saya akan mencari orang non partai untuk menangani BUMN. Jika Pak SBY memutuskan Menteri BUMN dipegang oleh orang Partai Demokrat, tentu Pak SBY jadi bulan-bulanan--dituduh akan dijadikan kas untuk 2014. Untuk yang non partai saja ada anggapan begitu, apalagi yang dari partai.
Saya kira ini suatu kewajaran. Saya kan orang non partai. Pak SBY akan memilih orang non partai untuk Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan. Saya kira, setiap orang yang memiliki sensitivitas tentu akan melakukan langkah itu.
Kalau boleh memilih, saya pilih di PLN. Pak SBY tahu saya di PLN belum selesai. Tapi, Pak SBY rupanya berkepentingan ada orang non partai yang punya pengalaman di BUMN. Di PLN saya sekolah banyak banget tentang memahami BUMN. Saya ini dianggap orang yang tahu BUMN, tapi belum terkontaminasi oleh BUMN, sehingga dianggap Beliau cocok.
Apa reaksi Anda pertama kali ketika Presiden mengangkat Anda sebagai menteri?
Yang terucap adalah saya bilang ke Beliau (SBY), “Pak, saya ini nangis kalau ditunjuk jadi Menteri BUMN. Saya pilih di PLN. Biarlah saya mengawal program-program PLN sampai selesai, satu tahun lagi. Saya ingin mengawal sendiri program-program yang begitu besar di PLN.”
Beliau bilang, kan PLN masih di bawah BUMN. BUMN ini asetnya Rp2.500 triliun, tapi hasilnya kok begitu kecil. Presiden juga kelihatan merasa terhina kalau BUMN Indonesia kalah bersaing dengan negara tetangga, terutama Malaysia. Sehingga, SBY mencari orang yang Beliau anggap bisa membawa BUMN maju.
Tapi ini belum tentu, kan? Saya kan belum tentu bisa… hehehe.
Kemudian, dia bilang begini, “Saya percaya Pak Dahlan bisa. Di mata saya, Pak Dahlan itu man of idea dan man of action.” Itu yang Beliau ucapkan. Jadi, Beliau rupanya memerlukan orang yang idenya banyak dan berani melangkah, berani action. Ketika mengangkat saya menjadi Dirut PLN, kata-kata itu juga yang Beliau ucapkan. Berarti kan Beliau sudah tahu sebelum di PLN, saya di mata Beliau seperti itu.
Bahkan, ketika ditunjuk jadi Dirut PLN, saya terang-terangan lagi, “Pak, saya orang sakit, saya bukan insinyur listrik, tidak mengerti listrik.”
Tapi, waktu itu Beliau bilang begini, “Saya tahu semua itu, Pak Dahlan. Tetapi, saya perlu leadership dan manajemen dari Pak Dahlan.”
Beliau tahu saya tidak ahli di bidang tertentu, tidak ahli di bidang engineering. Tapi memang yang diperlukan Beliau bukan keahlian di bidang itu, tetapi leadership dan manajemen. Saya kira di Kementerian BUMN juga masih diperlukan leadership dan manajemen--bukan keahlian saya di bidang keuangan, telekomunikasi, perikanan, atau perkebunan. Meski Kementerian BUMN membawahi bidang-bidang itu, tapi muaranya kan pada leadership dan manajemen.
Anda lama menjadi wartawan dan pengusaha media, tiba-tiba diangkat jadi Dirut PLN, lalu Menteri Negara BUMN. Kenapa Anda mau?
Awalnya saya tidak mau dengan alasan sakit.
Siapa yang mengusulkan nama Anda?
Saya tidak tahu. Tapi begini, ketika saya sakit begitu parah, sehingga dua tahun berada di luar negeri, mondar-mandir ke China, praktis saya tidak bisa mengurus perusahaan. Kemudian, perusahaan diurus anak saya, yang laki-laki, Azrul Ananda. Saya amati, saya tinggal kok perusahaan berjalan baik. Setelah dua tahun saya sembuh, perusahaan kok lebih baik dibandingkan waktu saya sakit.
Common sense saya mengatakan untuk apa saya balik lagi ke perusahaan? Pertama, berarti saya akan mengecewakan generasi baru yang ternyata mampu. Dan kedua, kalau saya balik, saya merusak kultur yang dia bangun selama dua tahun.
Saya menganggur. Kemudian saya bertekad bergerak di bidang pendidikan. Saya mendirikan madrasah internasional di desa. Saya ingin madrasah internasional ini berkembang karena keluarga saya sebelumnya sudah punya 120 madrasah tradisional dan kondisinya jelek. Sebelumnya saya tidak pernah mengurusi madrasah keluarga karena sibuk di perusahaan.
Ketika saya menganggur, saya mencoba mengurusi madrasah keluarga dengan cara melakukan pembaruan dengan mendirikan satu madrasah internasional. Nanti, kalau sudah jadi, saya akan copy ke 120 madrasah lainnya. Praktis saya mencurahkan diri ke sana sambil menulis buku.
Mungkin Pak SBY tahu saya lagi nganggur. Seandainya saya kelihatan aktif di Jawa Pos, saya pasti tidak diminta. Tapi, ketika Beliau lihat saya menganggur, mungkin Beliau berpikir, “Nah, ini ada orang yang menganggur, saya kasih pekerjaan saja”… hehehe.
Anda sudah lama kenal SBY?
Sudah lama sekali, tapi tidak intensif, sekadar sebagai wartawan. Misalnya ketika saya di Jawa Pos, ikut kunjungan Beliau keluar negeri. Kemudian Beliau pernah berkunjung ke Jawa Pos, ke koran-koran anak perusahaan Jawa Pos, seperti ke harian Fajar di Makassar. Ya begitulah, kenal dalam pengertian saya sebagai wartawan atau pemimpin redaksi, saya sebagai Ketua Serikat Penerbit Suratkabar (SPS).
Kenal mendalam tidak, kenal pribadi non formal tidak pernah. Beliau kenal saya karena reputasi saya membesarkan media. Mungkin Beliau mencatat karakter dan integritas saya. Tapi, kenal pribadi dalam artian persahabatan, tidak.
Anda dinilai berhasil memimpin PLN dan menerapkan good governance di perusahaan yang dikenal sangat korup. Apa kuncinya?
Di PLN saya agak berbeda karena mendapat keistemewaaan. Ketika diangkat menjadi Dirut PLN, saya mengajukan syarat. Saya harus diperbolehkan menunjuk direktur-direktur PLN atas pertimbangan saya sendiri, sehingga direktur diangkat tidak atas rekomendasi pejabat ini dan itu. Saya pilih sendiri siapa saja yang jadi direktur PLN, dan saya bertekad untuk tidak membawa satu pun orang luar.
Saya sangat percaya bahwa di semua organisasi, termasuk di BUMN, sebetulnya yang betul-betul tidak baik itu cuma 10 persen. Tapi, yang betul-betul baik juga hanya 10 persen. Sisanya, yang 80 persen itu ikut-ikutan saja. Kalau mendapat pemimpin dari kelompok 10 persen yang tidak baik itu, sikap yang 80 persen itu akan begini, "Ya, zamannya memang lagi begini, kita ikut saja, deh. Yang penting karier saya tidak terganggu, gaji saya utuh."
Tapi, kalau yang memimpin adalah dari kelompok 10 persen yang bagus tadi, maka sikap mereka jadi begini, "Ya, begitu dong jadi pemimpin, jadi kita semangat, bisa maju perusahaan."
Karena saya percaya di PLN ada 10 persen orang yang sangat baik, maka saya pilih direktur dari kelompok tadi. Dengan demikian, maka integritas direktur PLN baik dan yang 80 persen akan ikut.
Dari program-program good governance yang Anda terapkan, berapa uang yang berhasil dihemat?
Dalam hal uang, dari tahun pertama pengadaan strategis saja kami berhasil menghemat Rp2,4 triliun. Bisa bikin VIVAnews berapa banyak, tuh... hehehe.
Angka itu dari mana?
Pengadaan strategis itu begini. Dulu, gardu induk itu ditenderkan begitu saja. Padahal, di dalam gardu induk ada unsur trafo dan macam-macam lainnya. Akhirnya, yang jadi pemenang tender selalu pedagang, arranger. Bisa saja pedagang minta ke rekanannya pabrik trafo agar jangan mengaku harga trafo murah, karena nanti harga bisa rusak. Pabrik trafo kan tergantung kepada pemenang tender.
Sistem itu kami ubah. Tender tidak boleh begitu lagi. Leader sebuah proyek harus pabrikan langsung. Yang lain harus ikut pabrikan itu. Hasilnya, tender gardu induk harganya jadi murah sekali. Sebagai contoh, trafo IBT 500 KV dulu harganya Rp120 miliar, sekarang hanya Rp40 miliar. Ini karena sistem tender yang diubah.
Di PLN banyak proyek besar yang jadi rebutan kelompok penguasa. Di masa Anda bagaimana?
Tender bebas.
Anda pasti pernah ditelepon orang ini dan itu...
Saya tidak peduli. Yang membahagiakan saya di PLN adalah: telepon-telepon semacam itu ada, yang mengajak makan siang ada, mengajak ketemu ada, dan semua saya layani. Saya bukan tipe orang yang nggak mau diajak makan siang. Kalau makan siang, ya makan siang. Ditelepon saya terima. Tapi, di situ saya tidak tergoyahkan sama sekali. Semua harus mengikuti prosedur. Saya happy di PLN bisa seperti itu.
Apa pencapaian terpenting Anda selama memimpin PLN?
Krisis listrik teratasi. Krisis listrik beda dengan mati lampu, lho. Krisis listrik itu kekurangan listrik di Indonesia. Itu saya happy, dalam waktu enam bulan semua bisa teratasi. Yang bikin happy lagi karena PLN ternyata mampu mengatasinya, bukan karena saya.
Dengan mengatasi krisis listrik dalam enam bulan itu, confidence orang PLN naik luar biasa. Berarti, PLN mampu mengatasi hal-hal lain yang sama besar atau lebih besar. Krisis listrik itu membuat karyawan PLN sempat tidak berani menggunakan seragam PLN, didemo di mana-mana. Bahkan, ada Kepala Cabang PLN yang dijemur oleh masyarakat di Tanjung
Pinang. Orang mungkin menyangka kalau kepala cabangnya dijemur, listriknya bakal keluar … hehehe. Padahal, mau dijemur dua bulan pun kan listriknya nggak akan keluar-keluar.
Kemudian, PLN bisa menghabiskan daftar tunggu pemasangan listrik dari 2,5 juta orang. Mereka sudah mengantre 3 tahun, 5 tahun, bahkan 7 tahun nggak dapat listrik. Saat itu, semua dapat.
Tapi, pencapaian yang terbesar adalah saat saya bisa membentuk tim yang saya sebut "The Dream Team" di PLN. Titik beratnya adalah integritas dan antusiasme. Orang PLN itu pintar-pintar, kok.
Dulu pemadaman listrik terjadi berkali-kali, sekarang hampir tidak pernah. Apa yang dilakukan PLN?
Banyak sekali pertanyaan seperti itu. Tidak ada pemerintah drop uang, kok bisa? Ini belum pernah saya ungkapkan dari mana PLN dapat uang untuk membiayainya.
Jadi begini, ada satu proyek, sudah ditenderkan, nilainya Rp15 triliun. PLN harus menyediakan uang Rp1,5 triliun. Pemenangnya sudah ditentukan. Kebetulan, tendernya bermasalah. Proyek itu di Muara Tawar. Seandainya diteruskan akan selesai 2013.
Menurut hitungan saya, pada 2013 itu akan ada banyak sekali pembangkit listrik yang jadi. Untuk apa membangun lagi? Lalu, proyek saya batalkan. Dengan pembatalan itu, PLN akan menghemat Rp15 triliun dan dalam bentuk cash Rp1,5 triliun. Uang itu yang saya pakai untuk memperbaharui sistem distribusi trafo.
Jakarta itu sekarang kuat sekali. Seandainya terjadi seperti kebakaran gardu induk, seperti di Cawang, Jakarta Timur beberapa tahun lalu, takkan ada pemadaman karena sudah di-backup oleh Bekasi, Gandul, Kembangan, dan lain-lain. Dulu tidak ada backup sama sekali, apalagi di luar Jakarta.
Lalu, saya benahi pengadaan trafo distribusi, yaitu trafo yang ada di pinggir-pinggir jalan yang melayani 200 rumah. Di tahun pertama saya beli 10 ribu trafo. Tahun kedua 15 ribu dan tahun depan 15 ribu lagi.
Dulu, banyak trafo yang saya sebut “trafo menangis”, yang sudah meleleh, tanda hampir mati, dan lama tidak pernah diganti. Juga ada “trafo hamil”, karena sudah melengkung. Itu tanda-tanda mau meledak, juga tidak diganti. Sekarang saya bilang, masih “hamil muda” trafo sudah harus diganti, sudah mulai menitikkan air mata harus diganti. Cabang-cabang harus punya stok trafo baru, sehingga tidak harus meledak dulu baru diganti.
Akibatnya apa? Tidak ada pemadaman. Karena kalau meledak baru diganti, apalagi tidak ada trafo pengganti, pemadaman bisa berlangsung lama. Pemadaman yang di tiap kota biasanya terjadi 100 kali, sekarang tinggal 5 kali.
Resep keberhasilan Anda membangun PLN sekarang akan diterapkan juga di BUMN lain?
Tidak semua BUMN bisa menggunakan satu resep. Akan beda-beda resepnya. Misalnya, perkebunan, tidak bisa begitu. Perkebunan itu, 60 persen biayanya untuk membeli pupuk. Nanti akan kami lihat bagaimana cara membeli pupuknya, kemudian cara penggunaannya. Kiat tidak hanya satu, tapi ada seribu kiat.
Salah satu terobosan yang akan diterapkan di BUMN nanti seperti apa?
Begini, ada galangan kapal IKI (PT Industri Kapal Indonesia) yang sudah dua tahun tidak bisa menggaji karyawan dan direksinya. Saya ke sana. Mental manajemennya sudah mental menunggu pertolongan dari luar, terutama minta uang dari PPA (PT Perusahaan Pengelola Aset).
Tanpa uang itu, menurut manajemen perusahaan tidak bisa beroperasi. Karena itu, manajemen hanya berharap-harap, uang kok nggak turun-turun. Sepertinya itu uang dia, sehingga menyalah-nyalahkan PPA.
Saya datang ke sana, melihat sendiri, memang parah sekali. Dripping dock sudah rusak, pintu air sudah bocor semua, dan pompa airnya sudah tidak bisa memompa. Memompa air dari dripping dock perlu waktu satu minggu, padahal seharusnya cuma empat jam, sehingga kapal yang mau diperbaiki tidak selesai-selesai. Dermaga sudah hancur, slipway rusak tidak bisa dipakai. Tanpa perbaikan, ini semua tidak bisa jalan. Biaya yang dibutuhkan Rp90 miliar, ya itu tadi, menunggu-nunggu uang dari PPA.
Saya lihat, di sana pasarnya besar. Di Indonesia ada 6 ribu kapal, dan ada peraturan setiap beberapa bulan sekali harus diperbaiki.
Jadi, pasarnya ada. Yang sulit itu buat perusahaan kan kalau pasarnya tidak ada. Kalau pasarnya ada, apa saja bisa jalan. Tapi, karena mental manajemen sudah terlanjur berharap-harap, mereka sudah tidak kreatif lagi. Saya lalu malah datang ke PPA dan minta agar mereka sama sekali tidak kasih uang ke BUMN itu, karena itu akan membuat BUMN menjadi manja saja.
Bagaimana solusi Anda?
Saya bilang pintu air bisa diperbaiki, misalnya bekerja sama dengan PT Hutama Karya, yang biasa membuat bendungan. Nanti pembayarannya bulanan, kan sesama BUMN. Tidak akan merugikan, pembayaran mahal sedikit tidak apa-apa. Lalu, pompanya bisa minta ke supplier pompa, pembayarannya juga bulanan. Perbaikan dermaga bisa minta dikerjakan Adhi Karya atau siapa, agak mahal sedikit tidak apa-apa, pembayarannya sama, bulanan.
BUMN yang seperti ini banyak banget, seperti Iglas, Kertas Leces, dan perusahaan perikanan. Mereka harus disiplin, sampai kelak situasi berubah. Mereka selalu beranggapan, tanpa uang tidak bisa jalan. Kan rusak mental manajemen seperti itu. Nanti kami perbaiki dari sini.
Untuk merestrukturisasi PT Leces apa solusi Anda? Bukannya ini BUMN yang pernah besar dan cukup mendominasi pasar kertas?
Pasar kertas tidak akan sebesar dulu. Di sana sedang membangun boilerbekerja sama dengan PT Waskita Karya. Ini tidak pakai uang, karena uangnya dari Waskita Karya. Boiler ini menghasilkan steam 240 ton. Dulu rencananya steam ini untuk menjalankan seluruh mesin. Ada lima mesin di sana. Karena steam paling banyak dipakai buat memanasi mesin, maka steam untuk membangkitkan listrik tidak cukup--hanya bisa membangkitkan paling banyak 25 MW. Listrik 25 MW ini tidak cukup menghidupkan mesin-mesin itu.
Jadi, dari mesin steam 240 ton itu separuh untuk memanasi pabrik kertas, separuh untuk membangkitkan listrik yang digunakan untuk menjalankan mesin. Tapi, belum tentu kertas yang dihasilkan terjual semua dan belum tentu ada margin. Sumber kesulitan Leces adalah pasar.
Saya malam Idul Adha kemarin tidur di pabrik kertas. Karena saya harus Lebaran dengan keluarga, keluarga saya ajak ke sana. Jadi, kerjanya dapat, Lebaran dengan keluarga juga dapat. Setelah saya lihat marketing-nya, saya sarankan tidak boleh lagi memproduksi semua jenis kertas. Saya minta mereka memilih dua saja yang yakin pasarnya bagus. Akhirnya, satu mereka pilih kertas tisu untuk ekspor ke Amerika, dan kedua memproduksi kertas security printing yang persaingannya masih relatif kecil. Tak boleh memproduksi selain itu. Harus fokus.
Karena hanya memproduksi dua tipe kertas, maka steam yang digunakan juga tidak banyak. Cuma 10 ton. Listrik yang digunakan juga tidak banyak, mungkin cuma 10 MW. Sehingga mereka masih punya kelebihan steam-- karena dari kapasitas semula 240 ton, yang terpakai 10 ton.
Nah, steam sisa ini bisa memutar turbin hingga 60 MW. Mereka punya turbin. Daripada steam-nya menganggur, maka lebih lebih baik untuk memutar turbin. Katakanlah paling kecil 50 MW. Yang dipakai oleh pabriknya sendiri sekitar 10 MW. Masih ada 40 mega, saya minta mereka jual ke PLN. Jadi, Leces tak hanya jualan kertas, tapi juga listrik. Kalau dia jual 40 MW ke PLN, paling tidak bisa menghasilkan uang Rp100 miliar.
Kemudian, bahan bakunya kelebihan juga. Jual barang baku itu. Saya tanya: laku tidak? Laku, bisa dapat Rp100 miliar. Jual saja, daripada bahan baku diproduksi gak laku atau malah marginnya tidak ada, mending jual saja bahan baku itu.
Jadi, nanti dari listrik dapat Rp100 miliar, bahan baku Rp100 miliar, jualan tisu Rp100 miliar, dan jualan kertas sekuriti Rp50-60 miliar. Sudah, itu solusinya. Harus disiplin.
Apa sikap Anda soal kepemilikan asing di BUMN telekomunikasi?
Itu sudah terjadi. Ada baiknya, ada tidak baiknya. Baiknya kita jadi sangat familiar dan welcome terhadap dunia internasional. Kurang baiknya, kita menyesal saja. Ternyata, perusahaan ini bagus banget, tapi kok ya dijual. Tetapi, kita kan nggak boleh menyesal terus, tidak habis-habisnya sampai masuk rumah sakit jiwa... hahaha.
Ada kemungkinan buyback saham?
Terserah manajemennya. Saya serahkan kepada kebijakan korporasi perusahaan tersebut. Nanti, banyak hal akan kami serahkan kepada manajemen BUMN yang bersangkutan untuk melakukan aksi korporasi, termasuk soal Serikat Pekerja.
Kemarin, saat demo di Telkom, saya instruksikan kepada seluruh jajaran Kementerian BUMN untuk tidak ikut turun tangan. Serahkan sepenuhnya kepada manajemen Telkom. Kami tidak boleh memanggil manajemen, jangan menegur, jangan bertanya. Karena kalau itu dilakukan, nanti Serikat Pekerja akan merasa persoalan telah diambil alih. Padahal, belum tentu kami mampu mengambil alih dan belum tentu mengetahui persoalan mikronya. Yang tahu persoalan mikronya adalah manajemen setempat.
Sewaktu di PLN Anda rutin menulis catatan untuk karyawan, akan diteruskan sekarang di Kementerian BUMN?
Waktu di PLN saya menulis dua-tiga kali sebulan, sehingga ide-ide saya bisa diikuti oleh seluruh karyawan—ada 100 ribu, termasuk yang outsourcing. Misalnya, ketika saya pergi ke Halmahera, dengan membaca tulisan saya, mereka tahu apa yang saya pikirkan, yang saya kerjakan, semuanya mengikuti karena ditaruh di website PLN. Kemudian, beberapa koran mengambil itu, dikutip, silakan. Saya anggap itu komunikasi yang efektif dengan karyawan yang begitu besar. Berkomunikasi dengan 500 karyawan mungkin gampang, tapi kalau 100 ribu dan tersebar di seluruh Indonesia itu susah. Saya menulis karena itu.
Sekarang, setelah saya jadi Menteri BUMN, saya lagi mikir-mikir apakah akan menulis atau tidak. Saya akan putuskan dalam 1-2 minggu ini. Saya ingin sebagai menteri, seluruh karyawan BUMN tahu. Karyawan BUMN itu banyak sekali. PLN saja 100 ribu karyawan, Telkom 20 ribu, Kereta Api 18 ribu, belum lagi perkebunan. Saya perlu media komunikasi.
Sebetulnya, kenapa Anda selalu mengenakan sepatu kets?
Banyak yang bilang, "Pak Dahlan itu sederhana, ya." Lho, padahal sepatu kets ini mahal, lho... hahaha. Ya, ini pertama karena dulu kelamaan di media. Orang media itu kan cuek. Itu sudah kebiasaan saja. Yang saya khawatirkan adalah kalau tiba-tiba saya pakai jas, sepatu mengkilat... hehehe. Kan Pak SBY berpesan supaya menteri baru berlari kencang. Jadi, saya pakai sepatu kets dalam rangka supaya bisa berlari kencang itu ... hehehe. (kd)
source http://analisis.vivanews.com/news/read/264144-wawancara-dahlan-iskan
Subscribe to:
Posts (Atom)


